
SUMBAWA, Nuansantb.id – Suasana khidmat bercampur kehangatan tradisi menyelimuti kediaman Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, di Kelurahan Lempeh, Sumbawa Besar. Menjelang hari bahagia pernikahan sang putra, Mohammad Labib Ikhsan Sarjan, S.E. dengan Dahlia Anis Febriana, S.IP., jajaran pejabat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar berkumpul dalam acara doa bersama yang sarat akan nilai spiritual dan kebudayaan Samawa, Kamis (01/10/2026).
Bukan sekadar doa bersama, prosesi ini dibalut kekayaan adat istiadat khas Tana Samawa. Melalui iringan Sanggar Seni Cindai Bulaeng, lantunan Sekeco Selaki dan Sekeco Sawai bergema, membawakan bait-bait nasihat kehidupan yang dipetik dari kearifan lokal leluhur. Petikan puitis Sekeco menjadi pilar utama yang menghidupkan suasana. Lirik-liriknya menyampaikan pesan mendalam bagi calon pengantin mengenai hakekat mengarungi bahtera rumah tangga, rasa syukur kepada Sang Pencipta, serta pentingnya menjaga kehormatan keluarga.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam acara doa bersama tersebut.
“Alhamdulillah, malam ini kita berkumpul dalam suasana penuh keberkahan. Kehadiran bapak ibu semua, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar, merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi keluarga kami,” ujar Ansori dengan penuh haru.
Ia menjelaskan bahwa acara doa bersama ini sengaja dikemas dengan nuansa adat Samawa untuk melestarikan budaya leluhur. Menurutnya, pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan dua keluarga besar. Oleh karena itu, doa restu dari seluruh elemen masyarakat sangatlah penting.
“Kami sengaja menampilkan Sekeco ini sebagai bentuk syukur dan permohonan doa. Sekeco mengandung banyak nasihat bijak tentang kehidupan rumah tangga. Ini adalah warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan, terutama dalam momen sakral seperti ini,” tambahnya.
Seluruh tamu undangan yang hadir larut dalam kekhusyukan doa yang dipimpin oleh tokoh agama, Ustad Salzah. Dalam doanya, ia memohon agar seluruh rangkaian pernikahan senantiasa dilimpahi kelancaran, keberkahan, serta perlindungan dari Allah SWT. Doa tersebut juga mengiringi harapan agar kedua calon pengantin menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Kehadiran para pejabat daerah yang membaur hangat bersama warga sekitar menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Sumbawa yang senantiasa menjunjung tinggi nilai gotong royong serta kelestarian adat istiadatnya. Tampak hadir pula sejumlah kepala OPD, camat, lurah, serta tokoh pemuda dan tokoh adat setempat.
Prosesi doa bersama ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai budaya lokal masih sangat kental di Kabupaten Sumbawa. Di tengah arus modernisasi, masyarakat Samawa tetap berpegang teguh pada tradisi dan adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur. Acara seperti ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat identitas budaya daerah.
Ansori menambahkan, momen menjelang pernikahan putranya ini menjadi refleksi bagi seluruh keluarga untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ia berharap, apa yang dilakukan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai dan melestarikan budaya sendiri.
“Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Sumbawa agar prosesi pernikahan anak kami berjalan lancar. Doa dan dukungan dari bapak ibu semua sangat berarti bagi kami sekeluarga,” pungkasnya.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan santap malam bersama. Suasana penuh keakraban terlihat jelas ketika para tamu undangan saling bersalaman dan berbincang hangat, mencerminkan kerukunan yang menjadi ciri khas masyarakat Sumbawa. Malam itu bukan hanya menjadi momen spiritual bagi keluarga Wabup, tetapi juga menjadi pesta budaya yang mempererat persaudaraan seluruh warga. (Ch)
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar