
Sumbawa, Nuansantb.id– Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/08/2026) dini hari pukul 04.58 WIB, menggerakkan solidaritas Ikatan Mahasiswa Nusa Tenggara Timur – Sumbawa (IKMAN-SUMBAWA). Organisasi mahasiswa ini menggelar aksi penggalangan dana selama tiga hari di Kabupaten Sumbawa dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp32.085.500.
Ketua Umum IKMAN-Sumbawa, Manja Saputra, Rabu (19/08/2026), menyampaikan rasa syukur atas partisipasi masyarakat. “Alhamdulillah selama penggalangan dana 3 hari, total dana yang terkumpul sebesar Rp32.085.500,” ungkapnya. Aksi ini murni difokuskan pada penghimpunan dana tunai, tanpa mengumpulkan bantuan lain seperti pakaian, makanan, atau obat-obatan.
Gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back-Arc Thrust) ini menimbulkan dampak luas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 68 jiwa meninggal dunia dan 213 orang luka-luka. Lebih dari 12.800 orang mengungsi, serta ribuan rumah dan fasilitas umum rusak parah. Hingga Selasa (18/8), BMKG mencatat 2.119 gempa susulan, membuat warga masih dalam kondisi trauma.
Terkait penyaluran, Manja Saputra telah berkoordinasi dengan kader yang berada di lokasi bencana. “Kami berkoordinasi dengan teman IKMAN-Sumbawa yang berada di tempat kejadian, mereka mahasiswa aktif Universitas Teknologi Sumbawa. Karena belum ada satu bantuan pun yang masuk di desa mereka, kami mengambil inisiatif menjadikan anggota sebagai relawan. Mereka akan bekerja sama dengan pemuda desa untuk membeli sembako dan membagikannya ke warga setempat,” jelasnya.
Setelah aksi ini lanjutnya, IKMAN-Sumbawa memutuskan tidak membuka penggalangan dana baru untuk korban gempa NTT ke depannya. “Seharusnya Pemerintah lebih mengambil peran dalam hal ini. Sesungguhnya ketika masyarakat membutuhkan, pemerintah wajib menyelesaikan persoalan dan mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tegas disampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah NTT: “Kalau pemerintah menutup mata terhadap persoalan masyarakat NTT hari ini, saya pastikan jalanan akan kami jadikan mimbar untuk melawan ketidakadilan.”
Aksi IKMAN-Sumbawa menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa terhadap sesama di tengah musibah, sekaligus kritik terhadap respons pemerintah yang dinilai belum maksimal.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar