
SUMBAWA, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting. Melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Kabupaten Sumbawa berhasil mencatatkan capaian tertinggi se-Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan realisasi mencapai 151,40 persen. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan pentingnya evaluasi berkala agar program ini tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi GENTING Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 resmi dibuka Wabup Ansori di Aula Bapperida, Kamis (27/08/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Forkopimda, kepala OPD, BUMN, BUMD, dan undangan terkait.
Angka Stunting Masih Jadi PR Bersama
Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S.Si., Apt., M.Si, melaporkan bahwa berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Sumbawa tercatat sebesar 29,8 persen—meningkat dibanding tahun 2023 yang berada di angka 24,7 persen.
“Ini menjadi perhatian serius. Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi dan gotong royong dari semua pihak, baik pemerintah maupun swasta,” ujar Junaedi.
Meski angka prevalensi masih tinggi, capaian Program GENTING di Sumbawa justru menjadi kebanggaan. Kabupaten Sumbawa menjadi daerah dengan realisasi tertinggi di NTB, melampaui kabupaten/kota lain seperti Lombok Tengah dan Sumbawa Barat.
GENTING: Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting
Program GENTING yang diluncurkan pada tahun 2025 melibatkan berbagai pihak sebagai orang tua asuh—mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga masyarakat, hingga perorangan. Mereka memberikan dukungan nutrisi maupun nonnutrisi kepada keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi dan anak di bawah dua tahun.
Di tingkat desa, Program GENTING telah diimplementasikan secara konkret. Misalnya di Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, pemerintah desa menggandeng masyarakat untuk menjadi orang tua asuh yang memberikan makanan tambahan berupa telur kepada balita setiap hari.
Wabup Ansori: Stunting Bukan Sekadar Angka
Wabup Ansori menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak cukup dengan pemberian makanan tambahan seperti telur dan susu. Upaya harus dilakukan menyeluruh dan berkesinambungan—mulai dari masa pranikah, kehamilan, menyusui, hingga pertumbuhan balita.
“Pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh pihak,” tegasnya.
Ansori juga menekankan pentingnya pendewasaan usia pernikahan sebagai langkah preventif, serta edukasi gizi dan kesehatan ibu hamil agar kasus baru tidak muncul. Ia mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak boleh bersifat seremonial, melainkan aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan.
Target Indonesia Emas 2045
Pemerintah pusat menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14 persen pada 2029 dan 5 persen pada 2045 sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045. Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk turut mewujudkan target tersebut melalui sinergi lintas sektor dan evaluasi berkala terhadap Program GENTING.
“Kami ingin memastikan setiap anak Sumbawa tumbuh sehat dan kuat. Dengan kerja bersama, insya Allah target bisa kita capai,” pungkas Wabup Ansori.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar