Tiga Penambang Tewas di Lantung, Waka Zulfikar Demitry: Ini Alarm Serius, Tambang Ilegal Harus Ditindak!

2 menit membaca
Sahril
Headline News, POLITIK - 06 Sep 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id — Tragedi maut kembali terjadi di wilayah pertambangan ilegal Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Tiga penambang dilaporkan tewas dalam insiden yang terjadi di areal tambang tanpa izin (PETI) tersebut. Peristiwa ini sontak menyulut reaksi keras dari Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, S.H., M.H.

Politisi yang akrab disapa Zulfikar ini menegaskan bahwa jatuhnya korban jiwa tidak bisa lagi dianggap sebagai peristiwa biasa. Menurutnya, ini adalah alarm serius yang menandakan darurat keselamatan di sektor pertambangan ilegal yang masih marak terjadi di Bumi Samawa.

“Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat terkait. Jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi dan memakan korban jiwa,” tegas Zulfikar kepada Nuansantb, Minggu (06/09/2026).

Zulfikar mendorong adanya langkah nyata dan terukur untuk menyikapi aktivitas pertambangan ilegal. Ia menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan yang selama ini menjadi celah utama bagi maraknya praktik penambangan tanpa izin. Menurutnya, keselamatan para pekerja harus menjadi prioritas utama, mengingat aktivitas tambang ilegal pada umumnya sama sekali tidak memiliki standar keselamatan kerja yang memadai. Mulai dari minimnya alat pelindung diri, hingga tidak adanya prosedur evakuasi darurat jika terjadi kecelakaan.

“Para penambang ini mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari. Negara hadir untuk melindungi warga, bukan membiarkan mereka bekerja di zona maut tanpa kepastian keselamatan,” ujarnya dengan nada tegas.

Tak hanya mengancam keselamatan jiwa, Zulfikar juga mengingatkan bahwa aktivitas ilegal tersebut berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang masif. Kerusakan ekosistem, pencemaran air, hingga abrasi lahan adalah segelintir konsekuensi yang kerap mengiringi praktik pertambangan tanpa izin. Karena itu, ia meminta aparat terkait untuk mengambil langkah tegas dan tidak pandang bulu terhadap para pelaku.

“Jangan menunggu ada korban berikutnya baru dilakukan tindakan. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan dan penertiban aktivitas tambang ilegal di Sumbawa,” tandasnya.

Lebih lanjut, Zulfikar berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ia mendorong adanya operasi gabungan yang rutin untuk membubarkan aktivitas ilegal sekaligus mengusut pihak-pihak yang bermain di balik praktik tambang gelap tersebut. Menurutnya, penegakan hukum yang lemah hanya akan membuat para pelaku semakin berani.

“Kami di DPRD akan terus mengawal persoalan ini. Kami minta aparat bergerak cepat. Ini bukan sekadar soal aturan, ini soal nyawa manusia,” pungkas Zulfikar.

Dengan adanya tiga korban jiwa ini, publik berharap tragedi serupa tidak terulang. Masyarakat Sumbawa kini menunggu aksi nyata dari pemerintah dan aparat untuk membersihkan wilayah mereka dari praktik tambang ilegal yang membawa petaka.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez