Seratus Orang Meninggal Dunia Akibat HIV Aids di Kabupaten Sumbawa

2 menit membaca
Favicon
gera
Kesehatan, Pemerintahan - 16 Nov 2022

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Sebanyak 100 orang telah meninggalkan dunia akibat HIV Aids di Kabupaten Sumbawa dari 212 kasus dalam kurun waktu 2010 hingga 2022.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Junaedi, S.Si.,A.Pt.,M.Si,. dalam pertemuan Revitalisasi Forum Kemitraan untuk Aids, Tuberkulosis dan Malaria (ATM), project Resilent and Sustainable System for Health (RSSH) di Kabupaten Sumbawa, yang digelar di Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (16/11/2022).

Sementara untuk Tubercolosis kata Junaedi, di bulan Oktober 2022 ini ada 495 kasus, sedangkan untuk penyakit Malaria ada di 4 Kecamatan dan 9 desa, target dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk akhir tahun ini yaitu sudah tidak ada lagi penyakit malaria, karena di tahun 2023 sampai dengan tahun 2025 pemerintah pusat akan menilai tentang eliminasi malaria.

“HIV Aids, Tuberculosis dan Malaria sudah menjadi isu global, hal ini disebabkan karena penyakit tersebut merupakan penyakit yang masih tergolong tinggi dan menunjukkan beban biaya yang cukup tinggi pula sehingga secara global setiap tahunnya sekitar 2,5 juta orang terinfeksi HIV, 8 juta orang tertular TBC, serta Rp 1.300.000 terkena penyakit Malaria,” ujar Junaedi.

Adapun tujuan dari kegiatan ini lanjut Junaedi, adalah untuk mengetahui data ATM di Kabupaten Sumbawa, meningkatkan peran kerja Mitra dalam pencegahan dan pengendalian ATM dengan adanya kebijakan pemerintah daerah dalam bentuk keputusan kepala daerah.

Terbentuknya forum kemitraan untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian ATM, adanya kegiatan daerah dalam keputusan kepala daerah terbangunnya komitmen Camat, Kepala Desa, Lurah dalam mendukung upaya pencegahan pengendalian ATM.

HIV AidsBupati Sumbawa – Drs. H. Mahmud Abdullah pada kesempatan tersebut mengatakan, penyakit ATM (AIDS,TUBERCULOSIS, MALARIA) ketiga penyakit ini dari segi obatnya sudah tersedia di rumah sakit atau di apotek.

“Penyakit ATM ini sudah ada obatnya di rumah sakit atau di Apotek. Namun pengobatannya harus benar-benar mengikuti anjuran dokter sehingga penyakit yang di derita akan segara sembuh,” ujar Bupati.

Untuk penyakit Malaria, Bupati menghimbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan kelambu serta membersihkan lingkungan dan menerapkan 3M yaitu :

1. Menguras bak mandi, pas bunga, tempat minum binatang peliharaan, atau tatakan dispenser,

2. Menutup rapat tempat penampungan air bagi TPA yang tidak mungkin dikuras.

3. Mengubur barang bekas Tujuannya adalah untuk supaya tidak terjadi berkembang biaknya nyamuk anopheles penyebab penyakit malaria.

Bupati berharap kepada Dinas Kesehatan serta OPD terkait untuk bersama-sama membasmi nyamuk Anopheles penyebab penyakit Malaria sehingga Masyarakat Kabupaten Sumbawa terbebas dari penyakit tersebut, pungkasnya. (Nuansa)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez