Legislator Ida Rahayu Angkat Bicara Terkait Kelangkaan Gas Elpiji di Sumbawa

2 menit membaca
Favicon
gera
POLITIK - 11 Okt 2024

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi PAN Ida Rahayu SAP., mengidentifikasi dua masalah utama terkait kelangkaan gas subsidi LPG 3 kg di kabupaten sumbawa.

Menurutnya legislator 4 periode ini, diduga ada ketidakkonsistenan Pangkalan LPG dalam penjualan yang semestinya dijual kepada masyarakat yang kurang mampu atau miskin.

“Kalau di sidak, mereka menjual sesuai aturan. Namun faktanya di lapangan mereka menjual kepada yang tidak berhak membeli seperti orang – orang mampu dan kaya yang membeli secara borongan. Seharusnya mereka menjual gas LPG subsidi ini dengan memprioritaskan warga masyarakat miskin,” tegasnya di Sumbawa, Jum’at (11/10/2024).

Hal kedua ucapnya adalah pengecer yang memanfaatkan situasi. “Pengecer bisa jadi memanfaatkan kelangkaan gas LPG 3 kg dengan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi jauh diatas HET” imbuhnya.

Dikatakannya bahwa praktik penjualan gas 3 kg kepada konsumen yang tidak berhak sebagai penyebab langka dan mahalnya gas Subsidi bagi masyarakat miskin.

Dirinya meminta kepada Pemerintah Daerah dengan Tim pengawasnya untuk memperketat pengawasan dan memberikan efek jera bagi pangkalan yang nakal.

“Kasihan warga masyarakat miskin kemana – mana menenteng tabung Gas LPG 3 kg kosong mencari namun tidak dapat,” ungkapnya.

Subsidi gas 3 kg seharusnya tepat sasaran, yaitu kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dari masyarakat kurang mampu oleh karena itu penting peran agen dan pengecer menegakkan aturan.

“Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya komprehensif dari berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat. Solusi yang tepat harus berfokus pada peningkatan pengawasan, penegakan hukum, dan perbaikan sistem distribusi,” pungkasnya. (Nuansa/**)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez