Genjot Investasi, Bupati Sumbawa Ajukan Revisi Kawasan KP2B ke Kementan RI

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 12 Jun 2025

Jakarta, Nuansantb.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., melakukan pertemuan strategis dengan Brigjen Pol. Andi Herindra R., S.I.K., M.H., Direktur Perlindungan dan Optimalisasi Lahan Pertanian Kementerian Pertanian RI, guna membahas revisi Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

Pertemuan ini digelar pada Rabu (11/06/2025) dalam rangka mempercepat pembangunan daerah dan memudahkan investasi di Kabupaten Sumbawa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa revisi KP2B merupakan langkah penting untuk menyesuaikan tata ruang pertanian dengan dinamika pembangunan.

“Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar, baik di sektor pertanian maupun sektor strategis lainnya. Dengan penyesuaian KP2B ini, kami ingin memastikan bahwa regulasi tata ruang mendukung iklim investasi tanpa mengabaikan keberlanjutan pertanian,” tegas Bupati Jarot.

Ia menambahkan, revisi ini akan membuka peluang lebih luas bagi investor sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Sambutan Positif dari Kementan RI

Menanggapi usulan tersebut, Brigjen Pol. Andi Herindra R. menyambut baik inisiatif Pemkab Sumbawa.

“Kami apresiasi komitmen Bupati dan jajaran dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Tim dari Kementan akan segera turun ke lapangan untuk verifikasi kesesuaian usulan revisi dengan regulasi dan kebutuhan riil di Sumbawa,” ujar Herindra.

Verifikasi lapangan menjadi tahap krusial sebelum revisi KP2B disetujui, yang nantinya akan menjadi payung hukum penyesuaian tata ruang pertanian di Sumbawa.

Dampak bagi Investasi dan Pertanian

Sinergi pusat-daerah ini diharapkan mempercepat realisasi investasi di Sumbawa, khususnya di sektor pertanian, agroindustri, dan kawasan ekonomi strategis. Dengan fleksibilitas tata ruang, diharapkan daya saing daerah meningkat tanpa mengorbankan lahan pertanian produktif.

“Ini momentum untuk transformasi Sumbawa sebagai destinasi investasi yang berkelanjutan,” pungkas Bupati Jarot.

Pasca pertemuan, Kementan akan segera mengirim tim verifikasi, sementara Pemkab Sumbawa mempersiapkan dokumen pendukung untuk mempercepat proses revisi KP2B.

Editor/Pemred: Sahril Imran

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez