
Sumbawa Besar, Nuansantb.id– Selama ini, pohon mangrove dikenal sebagai pelindung pantai dari abrasi dan rumah bagi biota laut. Namun, di balik itu, mangrove menyimpan segudang manfaat lain yang jarang diketahui masyarakat, mulai dari bahan obat hingga pangan bernutrisi.
Hermawan Some, Ketua Konsorsium Rumah Mangrove Surabaya sekaligus Founder Komunitas Nol Sampah, mengungkapkan bahwa seluruh bagian mangrove—mulai dari daun, buah, hingga batang—dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.
Namun Hermawan juga mengingatkan bahwa ada beberapa pohon mangrove yang bisa menjadi racun untuk tubuh, mematikan sperma dan juga ada yang bisa menyebabkan kebutaan permanen bagi yang terkena getahnya ke mata, jadi untuk pemanfaatannya harus didampingi oleh ahli yang memahami mangrove.
Dari Obat Tradisional hingga Camilan Sehat
Hermawan menjelaskan, beberapa jenis mangrove seperti Rhizophora dan Avicennia memiliki kandungan antibakteri dan antioksidan yang tinggi.
“Daun mangrove bisa diolah menjadi teh herbal untuk membantu meredakan gejala flu, sementara ekstrak kulit batangnya digunakan sebagai obat luka tradisional,” ujar Hermawan saat meninjau secara langsung salah satu Mangrove Langka di dunia yang tumbuh subur di Hutan Mangrove Naga Sira, Dusun Omo, Desa Penyaring, Moyo Utara, Jum’at (20/06/2025).
Tak hanya itu, buah mangrove jenis Sonneratia (dikenal sebagai pedada) bisa diolah menjadi sirup, dodol, atau keripik. “Buahnya memiliki rasa asam-manis yang unik dan kaya vitamin C. Kami di Rumah Mangrove sering mengajarkan warga mengolahnya menjadi camilan sehat,” tambah Hermawan.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Melalui Rumah Mangrove, Hermawan dan tim aktif mengedukasi masyarakat pesisir tentang pemanfaatan mangrove secara berkelanjutan. “Banyak warga yang awalnya hanya melihat mangrove sebagai penghalang tambak, sekarang justru bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari produk olahan mangrove,” ceritanya.
Selain itu, mangrove juga berperan dalam mitigasi perubahan iklim dengan menyerap karbon lebih banyak dibanding hutan tropis. “Melestarikan mangrove berarti investasi untuk kesehatan manusia dan bumi,” tegasnya.
Ajak Generasi Muda Terlibat
Hermawan berharap generasi muda turut serta menjaga mangrove dengan cara kreatif, seperti memanfaatkan media sosial untuk kampanye atau mengembangkan produk berbahan baku mangrove. “Mangrove adalah warisan berharga yang harus kita jaga bersama,” ungkapnya.
Diketahui di Hutan Mangrove Naga Sira, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, setidaknya ada 15 jenis mangrove sejati dan belasan jenis mangrove asosisasi yang ditemukan oleh Peneliti Hermawan Some dan Ceriop decandra, salah satu dari 14 jenis mangrove paling langka di dunia yang berstatus Critically Endangered (kritis terancam punah) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Diantara jenis Mangrove sejati tersebut antara lain, Avicenia alba, Avicenia Marina, Avicenia ocifinalis, Soneratia Alba, Ceriop decandra, Ceriop tagal, Xylocarphus illicifolis, Xylocarphus mollucocensis, Aegiceras floridum, Achanthus (jeuruju), Excoecaria algallocha (kayu buta), Lumnitsera racemose, Deris trifolia dan Rhizophora mucronata.
“Besar kemungkinan masih ada jenis lainnya dalam Hutan Mangrove Naga Sira ini,” pungkas Hermawan.
Sementara Kepala Desa Penyaring, Abdul Wahab, S.P,. menjelaskan bahwa hutan Mangrove Naga Sira ini ada seluas 80 Hektar yang ditumbuhi puhulan jenis pohon mangrove yang memiliki berbagai macam manfaat baik untuk obat dan lainnya.
“Kawasan seluas 80 hektar ini merupakan aset Desa yang telah dikembangkan sebagai ekowisata sejak 2024, dengan jalur tracking 750 meter. Kami pihak Desa juga menjadikan tempat ini ekowisata berprinsip konservasi, pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan ekonomi berkelanjutan yang bukan hanyaa sekadar wisata alam, sabab Mangrove di sini punya fungsi ekologis vital, seperti pencegah abrasi dan penghasil oksigen 7 kali lebih banyak dari hutan biasa,” jelas Kades.
Untuk menjaga hutan Mangrove ini, Kades Wahab sedang menyusun Peraturan Desa (Perdes) agar terlindungi dari penebangan liar dan pengrusakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Editor/Pemred: Sahril Imran

Tidak ada komentar