Kondisi Kumuh Pasar Seketeng Bukti Kegagalan Pengelolaan Sampah di Sumbawa

oleh -832 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Pagi ini, Minggu (13/07/2025), Pasar Seketeng kembali menjadi sorotan akibat kondisi yang sangat kumuh dan dipenuhi sampah berserakan.

Tumpukan sampah yang tidak tertangani bukan hanya menimbulkan pemandangan tidak sedap, tetapi juga berpotensi mendatangkan berbagai penyakit serta masalah lingkungan serius.

Kondisi ini semakin mempertegas kegagalan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa dalam menangani persoalan sampah. Padahal, Wakil Ketua 3 DPRD Sumbawa, Zulfikar Demitry, SH., MH., telah mengusulkan solusi konkret berupa Replikasi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas, mengacu pada kesuksesan Pengolahan Daur Ulang (PDU) Jambangan di Surabaya.

Pasar Seketeng: Potret Pengabaian Pemerintah

Sampah yang menumpuk di Pasar Seketeng bukanlah persoalan baru. Masyarakat sudah kerap mengeluhkan bau menyengat, lalat beterbangan, dan risiko sanitasi buruk yang mengancam kesehatan pedagang dan pembeli. Namun, hingga kini, tidak ada langkah serius dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

Padahal, konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang diusulkan Zulfikar telah terbukti berhasil di daerah lain, seperti PDU Jambangan, di mana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Pemerintah Abai, Solusi Sudah Ada

Zulfikar Demitry telah mengusulkan sebagai dalam pemberitaan sebelumnya yang menegaskan, “PDU Jambangan adalah bukti nyata bahwa pengelolaan sampah bisa berjalan jika ada komitmen dari semua pihak. Ini harus kita replikasi di Sumbawa!”

Namun, nampaknya pemerintah masih lamban merespon, bahkan cenderung abai. Jika dibiarkan, masalah sampah ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Masyarakat Menuntut Aksi Nyata

Masyarakat Sumbawa menuntut pemerintah segera: Menginisiasi program pengelolaan sampah berbasis komunitas seperti usulan Zulfikar.

Memperbaiki sistem pengangkutan sampah di Pasar Seketeng dan titik-titik kritis lainnya. Dan melibatkan masyarakat dan pelaku usaha dalam gerakan daur ulang dan pengurangan sampah.

Pemerintah tidak bisa lagi berleha-leha. Sampah menumpuk, waktu pemerintah habis! Jika tidak segera bertindak, maka predikat Sumbawa sebagai daerah yang bersih dan tertata hanya akan menjadi mimpi belaka.

Editor/Pemred: Sahril Imran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.