Bupati Jarot : Target APBD Sumbawa 2026 Sebesar 2,47 Triliun

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 13 Agu 2025

Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp2,47 triliun, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur. Hal ini disampaikan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa, Rabu (13/08/2025).

Pertumbuhan Ekonomi dan Target Pembangunan

Bupati H. Jarot mengungkapkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Sumbawa atas dasar harga konstan terus menunjukkan tren positif. Pada 2024, PDRB mencapai Rp18,52 triliun, tumbuh 5,75% dari tahun sebelumnya sebesar Rp17,51 triliun. “Peningkatan ini didorong oleh pemulihan produksi di berbagai sektor usaha,” jelasnya.

Berdasarkan capaian tersebut, Pemkab Sumbawa menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,15% pada 2026, dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 2,17% dan kemiskinan menjadi 10,86%. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan naik menjadi 73,91, didukung peningkatan kualitas lingkungan hidup (indeks 76,80) dan ketahanan pangan (88,24%).

Rincian Pendapatan dan Belanja Daerah

Dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2026, pendapatan daerah ditargetkan Rp2,47 triliun, naik 0,42% dari APBD 2025. Rinciannya meliputi: Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp.249,67 miliar, Transfer dari pusat: Rp2,17 triliun dan Pendapatan lain-lain yang sah: Rp41,65 miliar.

“Peningkatan PAD terutama berasal dari pajak daerah, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), didukung digitalisasi penerimaan pajak dan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak,” papar H. Jarot.

Sementara belanja daerah diprioritaskan untuk: Pendidikan (minimal 20% APBD), Kesehatan, Infrastruktur publik dan Belanja pegawai dan kewajiban daerah lainnya.

Prioritas Pembangunan 2026

Bupati menekankan, APBD 2026 akan difokuskan pada delapan program utama: Peningkatan SDM unggul. Penguatan nilai budaya Sumbawa. Reformasi tata kelola pemerintahan. Pembangunan infrastruktur dan konektivitas. Pengelolaan lingkungan hidup. Pengembangan ekonomi inovatif. Penguatan riset dan inovasi dan Percepatan penurunan kemiskinan.

Di sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan direncanakan Rp9 miliar (naik dari Rp5 miliar di 2025), bersumber dari sisa lebih anggaran. Sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp7,5 miliar akan dialokasikan untuk penyertaan modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

H. Jarot menegaskan, kebijakan anggaran 2026 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. “Kami berkomitmen memperkuat sektor unggulan dan memastikan kesejahteraan masyarakat Sumbawa terus meningkat,” tegasnya.

Dengan langkah strategis ini, Pemkab Sumbawa optimis dapat mencapai target pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional.

Editor/Pemred: Sahril Imran

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez