Dikbud Sumbawa Gunakan Teknologi Digital sebagai Penjaga Warisan Budaya Lokal

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 04 Feb 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Di tengah gempuran budaya global, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa menggalakkan strategi inovatif untuk menjaga warisan leluhur. Kunci utamanya adalah memanfaatkan era digital sebagai alat pelestarian, bukan dianggap sebagai ancaman.

Hal ini ditegaskan oleh Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Sutan Syahril, yang mewakili Kepala Dikbud Budi Sastrawan, dalam pertemuan dengan media di ruang kerjanya, Rabu (04/02/2026).

Ia menyatakan bahwa teknologi digital menjadi solusi penting untuk memastikan tradisi dan budaya lokal Sumbawa tetap hidup dan relevan. “Salah satu upaya konkret kami adalah mengintegrasikan budaya ke dalam pembelajaran dan melakukan digitalisasi aset budaya yang ada,” ungkap Sutan Syahril.

Digitalisasi: Jembatan Masa Lalu ke Masa Depan

Syahril menjelaskan, teknologi menawarkan cara-cara baru untuk mendokumentasikan, mengarsipkan, dan mempromosikan kekayaan budaya. Langkah ini penting mengingat tradisi lokal bukan hanya ritual atau benda kuno, melainkan fondasi identitas yang mengandung nilai luhur dan kearifan turun-temurun.

“Teknologi ini dapat kita manfaatkan secara efektif untuk menjaga keberlangsungan tradisi dan budaya lokal. Mulai dari digitalisasi arsip hingga pengembangan platform interaktif,” jelasnya.

Dengan mendigitalkan manuskrip kuno, foto bersejarah, rekaman audio, dan video dokumenter, akses publik terhadap warisan budaya akan terbuka lebar, mencegahnya dari kepunahan.

Pelestarian budaya lokal, menurut Syahril, memiliki manfaat yang luas dan multidimensional. Pertama, sebagai penopang identitas komunitas yang kuat dan beragam. Kedua, sebagai penggerak ekonomi melalui pariwisata budaya.

“Atraksi budaya dan tradisi lokal dapat menjadi daya tarik utama wisatawan, yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan,” terangnya.

Ketiga, kegiatan budaya memperkuat ikatan sosial. “Partisipasi dalam kegiatan budaya dapat mempererat hubungan antar anggota masyarakat, menumbuhkan rasa memiliki, dan memperkuat kohesi sosial,” tambahnya.

Keempat, tradisi lokal menyimpan pengetahuan berharga seperti pengobatan herbal, teknik pertanian berkelanjutan, dan kerajinan tangan unik yang dapat menginspirasi kreativitas dan inovasi baru.

Upaya digitalisasi dan integrasi budaya ke dalam pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Sumbawa. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, Dikbud berharap dapat menjembatani generasi tua pewaris tradisi dengan generasi muda yang akrab dengan dunia digital.

“Tradisi dan budaya lokal merupakan komponen penting dalam membangun identitas yang kuat. Karena itu, dengan memanfaatkan teknologi, kita bisa memastikan warisan ini tidak hilang, tetapi justru berkembang dan dikenal lebih luas,” tutup Sutan Syahril.

Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mengarsipkan budaya Sumbawa dalam format digital, tetapi juga menghidupkannya kembali dalam konteks kekinian, sehingga tetap menjadi kebanggaan dan pedoman hidup bagi masyarakatnya.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez