Si Jago Merah Mengamuk di Batu Bulan Sumbawa, Satu Rumah Hangus dan 3 Terdampak

3 menit membaca
Sahril
Headline News, PERISTIWA - 04 Feb 2026

Sumbawa, Nuansantb – Suasana mencekam menyelimuti warga RT 002/RW 01, Desa Batu Bulan, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Rabu (04/02/2026) siang.

Si jago merah mengamuk dan menghanguskan satu unit rumah warga dan tiga lainnya terdampak, mengakibatkan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 500 juta.

Kebakaran dilaporkan pertama kali sekitar pukul 14.16 WITA. Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kabupaten Sumbawa langsung bergerak cepat. Tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk menangani kobaran api yang sudah membesar.

Api diduga bermula dari rumah milik Didi Krishnadi. Dengan cepat, lidah api menjalar dan melahap bangunan tersebut hingga rata dengan tanah, sebelum merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.

Kepanikan sempat terjadi, namun upaya evakuasi dan pemadaman segera dilakukan.

“Kami menerima laporan dan langsung bergerak. Saat tiba di lokasi pukul 14.41 WITA, api sudah membesar dan menghanguskan seluruh bagian rumah pertama. Fokus tim saat itu adalah melakukan upaya pembasahan dan pencegahan agar api tidak semakin meluas ke bangunan lain,” jelas Kepala Disdamkartan Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos., M.Si, dalam keterangannya kepada media.

Upaya pemadaman melibatkan banyak pihak. Selain petugas damkar, turut hadir Camat Moyo Hulu, Kapolsek beserta anggotanya, Babinsa, perangkat desa setempat, hingga warga masyarakat yang bahu-membahu membantu proses pemadaman.

Berkat kerja sama yang solid, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.05 WITA dan dinyatakan aman serta terkendali.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Upaya pemadaman berjalan dengan baik karena koordinasi yang cepat dari semua pihak,” tambah H. Sahabuddin.

Tiga Rumah Terdampak, Kerugian Capai Setengah Miliar

Selain rumah Didi Krishnadi yang terbakar total, kobaran api juga merusak tiga rumah warga lainnya, yaitu milik Mansur, Siti Sarah, dan Khairuddin. Total kerugian materi diperkirakan mencapai angka Rp 500 juta.

Kerugian tersebut meliputi kehancuran total satu unit rumah beserta seluruh isinya, termasuk barang-barang berharga dan dokumen penting.

Selain itu, dua unit sepeda motor juga ikut menjadi korban api. Salah satu rumah yang berfungsi sebagai toko kelontong ini turut kehilangan seluruh barang dagangannya.

Kadis Damkar Beri Imbauan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian, penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting atau arus pendek pada instalasi listrik di rumah pertama yang terbakar.

Kadis Damkar kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada. “Kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan instalasi listrik di rumah masing-masing. Pastikan pemasangannya sesuai standar, tidak menggunakan peralatan yang sudah usang atau rusak, dan mematikan aliran listrik ketika tidak digunakan atau saat bepergian. Korsleting listrik merupakan salah satu penyebab kebakaran yang sering terjadi dan dapat dicegah dengan kesadaran kita bersama,” pesannya.

Saat ini, proses pendataan kerugian dan pendampingan terhadap korban terus dilakukan oleh pemerintah setempat dan pihak terkait untuk membantu warga yang terdampak bangkit dari musibah ini.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez