
Sumbawa, Nuansantb.id – Euforia dan rasa syukur mendalam mewarnai prosesi groundbreaking pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Jumat (06/02/2026).
Proyek strategis senilai puluhan triliun rupiah yang sempat dikabarkan hampir “lepas” itu akhirnya resmi dimulai, mengakhiri kegelisahan panjang Pemkab Sumbawa.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, dalam sambutannya tak menyembunyikan getaran emosinya. Ia mengungkap perjalanan berliku sebelum momen bersejarah ini tiba.
“Jujur, saya sempat gelisah luar biasa karena proyek ini sempat hampir lepas dan hilang dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Tapi alhamdulillah, berkat perjuangan banyak pihak yang penuh liku, kita berhasil masuk enam besar nasional dan Sumbawa masuk pada fase pertama. Saya sujud syukur, hari ini mimpi itu mulai menjadi nyata,” ungkapnya dengan penuh haru.
Bupati yang akrab disapa Haji Jarot itu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berjuang, mulai dari Kementerian Pertanian, Danantara, PT Berdikari, Gubernur NTB, Anggota DPR RI H. Johan Rosihan, hingga tokoh Sumbawa di pusat seperti Prof. Din Syamsuddin dan H. Fahri Hamzah.
Dikatakan Bupati Jarot, proyek ini bukan sekadar pembangunan pabrik. Ia menekankan konsep multiplayer effect yang dahsyat bagi perekonomian lokal.
“Ini adalah kesatuan yang utuh. Mulai dari pakan, bibit (DOC), hingga pasar, kini terpusat di NTB, khususnya Sumbawa. Peternak tidak perlu bingung lagi. Pakannya di sini, bibitnya di sini, dan pasarnya sudah disiapkan oleh Pemerintah Pusat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini adalah keselamatan usaha bagi rakyat kami,” tegasnya.
Dampak ekonominya pun disebut fantastis. Bupati memaparkan alokasi sekitar Rp.20 triliun untuk sarana prasarana, ditambah dukungan permodalan sebesar Rp.50 triliun bagi UMKM dan kelompok masyarakat yang ingin mengambil bibit ayam. Efek domino telah terasa, salah satunya pada sektor transportasi.
“Dulu pesawat ke Sumbawa hanya sekali sehari. Sekarang mobilitas ramai. Ada tiga kali penerbangan ke Lombok dan satu ke Denpasar bolak-balik. Ini bukti ekonomi kita mulai bergerak cepat,” ujar Haji Jarot.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga keamanan dan kenyamanan investasi. “Mari kita jaga bersama kondusivitas daerah. Jika ada yang ingin merusak, kita lawan bersama. Investor yang sudah ada harus tetap bertahan, yang baru harus berdatangan. Melindungi investasi ini berarti membuka jalan sejahtera untuk rakyat Sumbawa,” pungkas Bupati Jarot penuh keyakinan.
Dengan dimulainya proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini, Sumbawa menapaki babak baru sebagai pusat ekonomi unggas modern yang diharapkan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar