Apresiasi untuk Jorok: Gerindra Sumbawa Bagikan Kursi dan Sembako, Ansori Tegaskan Komitmen Sosial di HUT ke-18

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan, POLITIK - 12 Feb 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id – Suasana hangat menyelimuti Desa Jorok, Kecamatan Untir, Kabupaten Sumbawa, Kamis (12/02/2026). Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra ke-18, DPC Partai Gerindra Sumbawa memilih cara yang berbeda untuk merayakan.

Bukan dengan pesta gemerlap, melainkan dengan turun langsung membawa bantuan nyata bagi masyarakat. Desa yang dikenal sebagai salah satu lumbung suara bagi pasangan Jarot-Ansori pada Pilkada 2024 lalu ini menjadi titik kelima safari sosial dan politik yang digelar partai berlambang kepala burung Garuda.

Apresiasi diberikan bukan sekadar dalam bentuk ucapan terima kasih, melainkan dalam wujud kursi untuk fasilitas sosial serta paket sembako bagi keluarga kurang mampu.

“Desa Jorok ini adalah salah satu penyumbang suara kemenangan Jarot-Ansori pada Pilkada 2024 lalu. DPC Partai Gerindra memberikan apresiasi dengan pembagian kursi dan sembako untuk warga Desa Jorok,” ungkap Ketua DPC Partai Gerindra Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori.

Kehadiran Haji Ansori yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Sumbawa itu disambut antusias warga. Bukan hanya karena kedudukannya sebagai pemimpin daerah, tetapi karena ia datang tidak dengan jarak, melainkan dengan kehangatan seorang kader yang sedang “mulih mantu” ke basis perjuangannya.

Dijelaskan Haji Ansori, program pembagian kursi dan sembako ini akan menyasar wilayah di 24 kecamatan yang telah berkontribusi dalam kemenangan pasangan Jarot-Ansori. Program ini dirancang berkelanjutan, menyesuaikan dengan kondisi.

“Sekecil apapun kontribusi harus kita apresiasi. Dan inilah salah satu bentuk kedekatan Partai Gerindra dengan masyarakat. Tidak harus di momen politik saja kita berada di tengah-tengah masyarakat, melainkan harus setiap saat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan atas instruksi Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI, H. Prabowo Subianto, yang menghendaki partainya hadir sebagai solusi bagi rakyat.

“Gerindra adalah partai terbuka. Kami mewajibkan setiap kader berkontribusi nyata untuk masyarakat. Mendengar keluh kesah, kemudian mencarikan solusi. Itu harga mati,” imbuhnya.

Di usia Gerindra yang ke-18, partai mengusung tema Kompak Bergerak dan Berdampak. Menurut Haji Ansori, tema ini harus menjadi denyut nadi seluruh kader di semua tingkatan. Bukan hanya jargon di atas spanduk, melainkan gerakan kolektif yang menyentuh langsung hajat hidup rakyat kecil.

“Maka di hari jadi ini, kami tidak ingin sekadar menggelar upacara. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Gerindra ada untuk mereka. Hari ini di Desa Jorok, besok di desa-desa lain di 24 kecamatan,” katanya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Jorok, mengaku tersentuh dengan perhatian yang diberikan. Menurutnya, bantuan kursi ini sangat berarti meskipun terlihat kecil namun bentuk perhatian itulah yang menjadikannya besar. Dan yang lebih membekas adalah sikap pejabat yang tetap mau turun dan duduk bersama warga.

“Kami tidak merasa dipandang sebelah mata. Justru setelah Pilkada, perhatiannya lebih terasa. Ini yang membuat kami yakin pilihan kami dulu tidak salah,” ujarnya.

HUT ke-18 Gerindra di Desa Jorok Sumbawa ditutup dengan sesi foto bersama. Partai boleh berusia matang, kata Haji Ansori, tetapi semangatnya harus tetap muda—cepat bergerak dan siap berdampak.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Unter Iwis, Kades Jorok, Kapolsek Sumbawa, Fraksi Gerindra DPRD Sumbawa, Ketua Panitia HUT Gerindra ke-18, Ketua PIRA, Para Kader dan masyarakat Desa Jorok.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez