Oplus_16908288Sumbawa, Nuansantb.id – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Reses I Tahun 2026 berlangsung khidmat di Ruang Sidang Utama DPRD, Selasa (28/04/2026). Kegiatan yang digelar tertib ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para undangan.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, turut hadir mendampingi jalannya sidang paripurna yang menjadi momentum penting dalam penyerapan aspirasi rakyat. Turut hadir pula Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sumbawa, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur Forkopimda.
Dalam rapat tersebut, masing-masing perwakilan daerah pemilihan (dapil) menyampaikan hasil reses yang telah dilaksanakan pada 10 hingga 13 Februari 2026 lalu. Syamsul Hidayat, S.E., M.Si, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga merupakan perwakilan reses DPRD Sumbawa menyampaikan poin hasil reses.
Reses sebagai Corong Perjuangan Rakyat
Syamsul Hidayat yang akrab disapa Dayat (Daulat Amanat rakYAT) menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan implementasi nyata dari amanat konstitusi untuk menjaring aspirasi masyarakat.
“Kegiatan Reses ini merupakan implementasi dari amanat konstitusi untuk menjaring aspirasi masyarakat guna mewujudkan pembangunan yang partisipatif dan tepat sasaran,” ujar Dayat di hadapan peserta paripurna.
Lebih lanjut, politisi PAN asal Dapil 2 ini menjelaskan bahwa laporan hasil reses anggota DPRD berfungsi sebagai corong dalam memperjuangkan kehendak rakyat. Dokumen ini akan menjadi bahan utama penyusunan Pokok-Pokok Pikiran DPRD serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
“Ini penting karena Laporan Hasil Reses Anggota DPRD ini merupakan corong Anggota DPRD dalam memperjuangkan aspirasi rakyat sebagai bahan penyusunan Pokok-Pokok Pikiran DPRD dan RKPD,” tegasnya.
Tiga Bidang Utama Aspirasi Masyarakat
Sepanjang masa reses yang berlangsung empat hari di lima dapil di Kabupaten Sumbawa, tim DPRD berhasil menghimpun beragam kebutuhan mendesak warga. Menurut Syamsul Hidayat, aspirasi yang masuk terangkum dalam tiga bidang utama.
Pertama, Bidang Fisik, Sarana, dan Prasarana. Sejumlah desa di Dapil 2 menyuarakan kebutuhan perbaikan jalan, jembatan, irigasi pertanian, serta penerangan jalan umum. Infrastruktur yang memadai dinilai sebagai urat nadi percepatan ekonomi pedesaan.
Kedua, Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan. Masyarakat menginginkan program pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), akses permodalan yang lebih mudah, serta penguatan kelompok tani dan nelayan. Harapannya, sektor riil di akar rumput mampu bergerak lebih dinamis.
Ketiga, Bidang Pendidikan, Sosial Budaya, serta Kesehatan. Aspirasi di sektor ini mencakup perbaikan fasilitas sekolah dan puskesmas, ketersediaan tenaga pengajar dan medis di daerah terpencil, hingga pelestarian budaya lokal yang mulai tergerus modernisasi.
Harapan Tindak Lanjut Nyata
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dalam sambutannya menyatakan bahwa pemerintah daerah akan menelaah seluruh laporan hasil reses secara saksama. Ia memastikan bahwa aspirasi yang telah disampaikan akan menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan ke depan.
“Seluruh aspirasi yang telah disampaikan diharapkan dapat ditindaklanjuti secara optimal guna mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Haji Ansori.
Paripurna penyampaian laporan hasil reses I ini menjadi titik awal dari serangkaian proses perencanaan pembangunan partisipatif di Kabupaten Sumbawa. Dengan terserapnya suara rakyat secara langsung, diharapkan kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh penjuru daerah.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar