
Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa membangun dari pinggiran kembali diwujudkan melalui kunjungan kerja (Kunker) Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, ke wilayah selatan, Jum’at (10/10/2025).
Usai meresmikan tiga fasilitas di Lenangguar, Bupati Jarot langsung menuju ‘jantung persoalan’ di Kecamatan Orong Telu, menyaksikan sendiri kondisi jalan rusak parah yang selama ini menyulitkan warga.
Kunker ini bukan sekadar seremonial, melainkan aksi responsif pemimpin yang mendengar keluhan rakyat. Didampingi Ketua TP PKK dan jajaran OPD, Bupati melakukan silaturahmi di Desa Senawang dan Kelawis, yang disambut hangat oleh Camat Orong Telu, Abdul Munir, S.AP, serta seluruh perangkat desa dan tokoh masyarakat.
Respon Cepat Atas Penderitaan Warga
Kondisi jalan menuju Orong Telu memprihatinkan—berbatu, berlubang, dan tidak beraspal. Setiap musim hujan, akses transportasi nyaris terputus akibat genangan air dan lumpur tebal, mengisolasi warga dan menghambat distribusi barang. Melihat langsung penderitaan ini, Bupati Jarot langsung mengambil langkah strategis.
Di hadapan warga yang penuh harap, Bupati mengeluarkan instruksi tegas: “Saya beri waktu 10 hari sejak hari ini, Dinas PUPR harus sudah bergerak melakukan perataan dan pengerasan jalan. Minimal jalan sudah rata dan padat agar masyarakat bisa lebih nyaman. Parit juga harus segera dibangun di kedua sisi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut,” tegasnya. Instruksi ini disambut tepuk tangan riuh warga yang merasakan langsung perhatian pemerintah.
Komitmen Jangka Panjang: Dari Perbaikan Darurat ke Hotmix
Lebih dari sekadar perbaikan darurat, Bupati Jarot menyampaikan komitmen politiknya yang kuat. Ia mengungkapkan telah melakukan lobi ke Menteri PUPR untuk memperjuangkan perbaikan permanen tiga ruas jalan utama di selatan Sumbawa, termasuk ruas Orong Telu.
Dengan penuh keyakinan, Bupati menegaskan, “Insya Allah, saya berkomitmen selama memimpin dalam lima tahun masa jabatan ini, jalan menuju Orong Telu sudah hotmix dan layak dilalui.” Janji konkret ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini merasa terabaikan.
Integrasi Layanan dan Penguatan Nilai
Selain fokus pada infrastruktur, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk mendekatkan layanan dasar kepada warga. Ditandai dengan penyerahan simbolis KTP dan KIA, program ‘jemput bola’ Dinas Dukcapil mendapat apresiasi karena memudahkan akses administrasi warga desa terpencil.
Dalam setiap arahannya, Bupati konsisten menyelaraskan pembangunan fisik dengan visi lingkungan dan kepemimpinan visioner. “Seorang pemimpin harus melihat lebih jauh, lebih luas, dan lebih dulu. Pembangunan infrastruktur harus seiring dengan pelestarian hutan dan sumber air,” pesannya, mengingatkan pentingnya keseimbangan alam untuk keberlanjutan pembangunan itu sendiri.
Usai dari Senawang, rombongan melanjutkan ke Desa Kelawis untuk memperingati Maulid Nabi, memperkuat ikatan spiritual sekaligus menegaskan komitmen membangun Sumbawa yang berkeadilan hingga ke pelosok.
Kunker Bupati Jarot ke Orong Telu menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di pusat kota. Dengan instruksi 10 hari untuk perbaikan darurat dan komitmen hotmix dalam masa jabatan, Bupati memberikan sinyal kuat: pembangunan yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat adalah harga mati.
Editor/Pemred: Sahril Imran

Tidak ada komentar