
SUMBAWA, Nuansantb.id – Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Sumbawa terus meningkatkan upaya penanganan terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), khususnya pengemis dan badut jalanan yang belakangan marak di sejumlah titik strategis Kota Sumbawa.
Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Disos Sumbawa, Herlan Suarta, S.E, menjelaskan bahwa dari hasil pemantauan lapangan, keberadaan para pengemis dan badut tersebut teridentifikasi di beberapa lokasi seperti lampu merah Bugis, ATM Tambora, Indomaret Brang Biji, dan sejumlah titik lainnya.
Dari hasil pendataan, sebagian besar pelaku bukan warga lokal, melainkan berasal dari luar daerah.
“Kami sudah beberapa kali melakukan penertiban dan memulangkan mereka ke daerah asalnya, namun sebagian kembali lagi,” ujar Herlan, Kamis (13/11/2025).
Sebagai bentuk tindak lanjut, Disos Sumbawa secara rutin melakukan pembinaan, pendataan, serta pemulangan PMKS ke daerah asal. Berdasarkan data layanan Triwulan III Tahun 2025, sejumlah PMKS telah dipulangkan ke berbagai daerah seperti Surabaya, Batam, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, hingga Aceh.
Selain itu, Disos juga memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk melakukan pemantauan serta mencegah munculnya kembali pengemis pendatang di wilayah perkotaan.
Herlan juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung di jalan.
“Kami mengajak masyarakat menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi agar tepat sasaran dan tidak memicu meningkatnya aktivitas pengemis jalanan,” tegasnya. (**)

Tidak ada komentar