
Sumbawa, Nuansantb.id- Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara tegas mendorong generasi muda di daerahnya untuk tidak lagi nyaman menjadi sekadar pedagang perantara (reseller), melainkan berani naik kelas menjadi produsen. Ajakan itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Cabang (MUSCAB) IV BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa di Olive Food Court, Sumbawa Besar, Kamis (21/05/2026).
Di hadapan puluhan pengusaha muda dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bupati yang akrab disapa H. Jarot itu mengungkapkan bahwa Sumbawa menyimpan potensi ekonomi luar biasa yang masih banyak belum tergarap optimal. Mulai dari sektor pertanian (jagung, padi, dan bawang merah), peternakan (sapi dan kuda), perikanan (rumput laut dan tuna), hingga pariwisata kelas dunia seperti Pulau Moyo serta ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
“Jangan hanya menjadi reseller yang mengambil untung tipis dari produk orang lain. Sumbawa ini kaya raya. Tinggal bagaimana anak-anak muda mau serius menggarapnya menjadi produk unggulan dengan merek sendiri,” ujar H. Jarot dengan nada penuh semangat di hadapan peserta MUSCAB.
Menurutnya, tantangan terbesar pengusaha muda saat ini bukanlah modal semata, melainkan mental dan keberanian mengambil risiko di tengah persaingan yang semakin ketat dan serba cepat. Ia mengingatkan bahwa pengusaha sukses lahir dari kegagalan yang dipelajari, bukan dari rasa takut mencoba.
“Mental entrepreneur itu harus kuat. Jangan gampang menyerah ketika produk pertama belum laku. Terus berinovasi, perbaiki kualitas, kemas dengan baik, lalu pasarkan secara digital. Pemuda Sumbawa harus bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” tegas Bupati.
H. Jarot juga berpesan agar HIPMI Sumbawa pasca-MUSCAB tidak sekadar aktif dalam kegiatan seremonial. Organisasi itu harus menjelma menjadi “rumah besar” yang melahirkan wirausahawan muda tangguh, kreatif, dan berpihak pada kemajuan daerah. Ia meminta HIPMI untuk merangkul UMKM kecil dan pengusaha pemula, memberikan pendampingan, serta menjadi mitra kritis pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi.
“Soliditas pasca-MUSCAB ini penting. Jangan sampai ada perpecahan. HIPMI harus terus dekat dengan pelaku usaha mikro dan kecil. Dorong mereka naik kelas. Pemerintah sudah membuka kemudahan perizinan melalui OSS, sekarang tinggal eksekusi di lapangan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Nusa Tenggara Barat, Ismed Fathurrahman Maulana, yang turut hadir memberikan apresiasi atas iklim usaha di Kabupaten Sumbawa. Ia menilai proses perizinan yang semakin cepat dan transparan telah menarik minat investasi, baik dari lokal maupun luar daerah.
“Kami melihat Sumbawa kini sangat bersahabat bagi investor. Namun, pengusaha muda juga harus meningkatkan literasi keuangan dan administrasi. Banyak usaha bagus yang gagal akses perbankan hanya karena pencatatan keuangan yang berantakan,” ujar Ismed.
Ia mendorong kolaborasi antar-pengusaha muda lintas sektor, misalnya antara petani muda dan pelaku digital marketing, atau antara peternak dan industri pengolahan makanan. Dengan kolaborasi, nilai tambah produk lokal bisa meningkat drastis.
MUSCAB IV HIPMI Sumbawa yang mengusung tema “Membangun Jiwa Kewirausahaan Berbasis Potensi Daerah” itu akhirnya ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem bisnis lokal. Bupati H. Jarot berharap, usai musyawarah ini akan lahir program-program nyata, seperti pendampingan produsen muda, pameran produk unggulan, serta magang usaha bagi pelajar dan mahasiswa Sumbawa.
“Saya optimistis, lima tahun ke depan Sumbawa akan punya banyak produk unggulan buatan anak muda sendiri. Bukan hanya konsumen, tapi juga pencipta lapangan kerja,” pungkas H. Jarot.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar