Bupati Jarot : KSP bukan ATM tapi Identitas Penerima Beasiswa dan Investasi Masa Depan Anak Sumbawa

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan, PENDIDIKAN - 20 Jul 2026

Sumbawa, Nuansantb.id– Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa Program Kartu Sumbawa Pintar (KSP) 2026 bukan sekadar penyaluran kartu beasiswa, melainkan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi kemajuan daerah.

Penegasan ini disampaikan Bupati Jarot saat penyerahan Kartu Sumbawa Pintar kepada ratusan mahasiswa penerima beasiswa di Ruang lantai III H. Madelaoe ADT kantor Bupati Sumbawa, Senin (20/07/2026).

“Apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya sebuah kartu, tetapi sebuah ikhtiar dan komitmen pemerintah agar anak-anak Sumbawa bisa mengenyam pendidikan tinggi,” tegas Haji Jarot.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesra Setda Sumbawa melaporkan bahwa pada tahun 2026 Pemkab Sumbawa mengalokasikan Rp7.547.050.000 untuk 459 mahasiswa penerima beasiswa. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Rp2.782.500.000 untuk pembayaran tahun kedua kerja sama pendidikan dengan Universitas Mataram bagi 15 mahasiswa, terdiri dari 10 mahasiswa Kedokteran dan 5 mahasiswa Farmasi.

Menurut Haji Jarot, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Sumbawa tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.

“Kita memiliki tanah yang subur, laut yang luas, dan sumber daya alam yang melimpah. Tetapi semua itu tidak akan bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya kalau anak-anak Sumbawa tidak mendapatkan pendidikan yang baik,” ujarnya.

Ia menggambarkan bahwa kemajuan daerah tidak ditentukan oleh megahnya fasilitas pemerintah, melainkan oleh lahirnya generasi terdidik hingga ke pelosok desa.

“Cahaya Sumbawa bukan karena lampu di Kantor Bupati, jalan-jalan, sekolah atau kantor pemerintah. Terangnya pembangunan Sumbawa ditentukan oleh nyalanya lilin di desa, yaitu anak-anak yang memperoleh pendidikan yang baik,” katanya.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi untuk membangun desa, bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas manusianya.

Dalam kesempatan itu, Jarot turut menyinggung sejumlah program strategis pemerintah yang sempat menuai kritik, termasuk Sumbawa Hijau Lestari dan Satgas Perlindungan Hutan. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.

“Saya memulai Program Sumbawa Hijau Lestari karena melihat kondisi sungai dan hutan yang semakin tandus. Ada yang mencaci, ada mahasiswa yang berdemo meminta program itu ditinjau kembali. Itu bagian dari dinamika, tetapi pemerintah tetap berkomitmen menjaga lingkungan untuk masa depan Sumbawa,” ujarnya.

Bupati Jarot menegaskan, kehadiran Kartu Sumbawa Pintar menjadi instrumen untuk memperkuat tata kelola beasiswa agar lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Melalui sistem tersebut, bantuan pendidikan dipastikan diterima langsung oleh mahasiswa yang memang berhak.

“KSP ini bukan ATM, melalui identitas Penerima beasiswa yang dananya dari APBD dan bentuk kontribusi pemerintah dalam membantu biaya pendidikan anak-anak Sumbawa. Kami titipkan mereka kepada kampus masing-masing untuk belajar seperti mahasiswa pada umumnya,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga terdidik akan semakin besar seiring berbagai program pembangunan yang sedang dipersiapkan di Kabupaten Sumbawa. Di antaranya pembangunan Sekolah Terintegrasi SMP dan SMA di Dusun Selang, Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, serta pembangunan Sekolah Rakyat yang seluruh pembiayaannya ditanggung pemerintah pusat beserta fasilitas pendukungnya.

Selain itu, masuknya berbagai investasi dan industri ke Sumbawa juga akan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai bidangnya.

Di akhir sambutannya, Haji Jarot berpesan agar seluruh penerima Kartu Sumbawa Pintar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Tingkatkan karakter, jangan hanya akademik. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi jangan pernah meninggalkan nilai-nilai Tau Samawa. Ketika nanti berhasil, pulanglah membangun desa. Jadilah lilin yang menerangi kampung halaman. Kami berharap seluruh penerima beasiswa memiliki komitmen untuk kembali membangun Sumbawa,” pungkasnya.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez