Dizalimi hingga Kehilangan Hak PNS K2, Guru Honorer Ini Bangkit Cetak Juara Nasional & Beasiswa Luar Negeri Lewat “Alesha Najwa Education Centre”

4 menit membaca
Sahril
Headline News, PERISTIWA - 30 Jul 2026

Mataram, Nuansantb.id – Sebuah tamparan keras bagi dunia pendidikan Indonesia. Di balik gegap gempita sistem birokrasi kepegawaian, tersimpan kisah pilu sekaligus inspiratif dari seorang mantan guru honorer yang mengabdi sejak tahun 2005. Meski hak-haknya dirampas dan profesinya direndahkan oleh oknum sekolah negeri, ia berhasil membuktikan bahwa kualitas seorang pendidik tidak ditentukan oleh status Pegawai Negeri Sipil (PNS), melainkan oleh dedikasi dan prestasi nyata.

Dicurangi Demi Subsidi Oknum Sekolah

Perjalanan pahit ini dimulai di sebuah sekolah negeri tempat ia mengajar selama lima tahun pertama, tepatnya sejak 2005 hingga akhir 2011. Kala itu, ia memikul beban mengajar yang sangat padat—33 jam dalam seminggu dengan honor Rp. 50.000 perbulan ditambah 100.000 uang pembinaan kesenian yang diambil dari dana BOS dan diterima tiga bulan sekali sebanyak total Rp. 250.000. Demi memastikan anak-anak tidak telantar pendidikannya, ia selalu hadir di kelas tanpa pernah absen.

“Honor saya selama 5 tahun pertama di sekolah negeri dengan 33 jam mengajar selama seminggu hanya di upah 50 ribu per bulan yang dibayarkan tiga bulan sekali dengan total 150 ribu ditambah 100 ribu dari uang pembinaan kesenian sehingga total diterima per tiga bulan 250 ribu,” ungkapnya.

Namun, ketulusannya justru dibalas kezaliman. Secara sepihak, jam mengajar riil miliknya dicuri dan dibagi-bagikan kepada dua guru lain di atas kertas. Tujuannya amat memprihatinkan: agar kedua guru tersebut bisa mencairkan subsidi pemerintah sebesar Rp1.200.000 per semester per orang. Sang guru asli yang memeras keringat di kelas justru dikorbankan demi keuntungan finansial oknum tertentu.

Manipulasi Data Kejam: Kehilangan Hak CPNS K2

Kezaliman mencapai puncaknya saat momentum pengangkatan CPNS K2. Ketika nama sang guru honorer resmi keluar dan dinyatakan berhak mendapat pengangkatan, pihak sekolah pertama tempatnya mengabdi justru memberikan laporan palsu ke instansi terkait. Mereka mengklaim bahwa guru yang bersangkutan sudah berhenti atau tidak lagi aktif mengajar.

Akibat manipulasi data yang kejam ini, ia kehilangan hak mutlaknya untuk diangkat menjadi PNS K2. Ketika ia pindah ke sekolah berikutnya, sekolah baru tersebut tidak dapat berbuat banyak untuk memulihkan haknya karena status pelaporan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) saat itu sudah terlambat.

Kecewa dengan sistem yang korup dan tidak berpihak pada guru kecil, ia akhirnya mengambil keputusan besar untuk berhenti mengajar di sekolah negeri pada tahun 2017.

Tamparan Prestasi: Membuktikan Sukses Tanpa Status PNS

Meski dihantam kekecewaan mendalam dan direndahkan karena status honorernya, guru ini menolak untuk takluk pada keadaan. Ia bangkit mendirikan sebuah lembaga bimbingan belajar bernama Alesha Najwa Education Centre dengan satu misi besar: membuktikan kepada orang-orang yang telah mendzaliminya bahwa sukses seorang guru tidak diukur dari seragam PNS.

“Percuma punya status PNS kalau tidak berkualitas. Menjadi berkualitas dan mencetak anak bangsa yang berprestasi juga bisa kita berikan melalui bimbingan di luar pendidikan sekolah negeri,” tegasnya.

Pembuktian itu terbayar lunas. Sejak pertama kali menjadi guru pada tahun 2005 hingga kini tahun 2026, ia konsisten mencetak anak-anak berprestasi setiap tahunnya. Lewat tangan dinginnya di Alesha Najwa Education Centre, murid-murid bimbingannya sukses memborong Juara 1, 2, dan 3, serta membawa pulang piala dan medali Emas, Perak, hingga Perunggu.

Prestasi ini diraih mulai dari seleksi tingkat Kabupaten, Provinsi, hingga melesat ke tingkat Nasional. Bahkan, beberapa anak didiknya berhasil lolos mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar ke luar negeri.

Pesan untuk Dunia Pendidikan

Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa kompetensi seorang guru sejati melekat pada kemampuan dan ketulusannya, bukan pada status kepegawaian semata. Alesha Najwa Education Centre kini berdiri tegak sebagai simbol perlawanan terhadap kezaliman birokrasi sekolah, sekaligus menjadi wadah lahirnya para juara yang dicetak oleh seorang mantan guru honorer yang pernah disingkirkan.

Sebuah pelajaran berharga bagi seluruh pemangku kebijakan di negeri ini: jangan biarkan guru-guru berkualitas terbuang karena sistem yang tidak adil. Karena di balik setiap anak berprestasi, ada guru hebat yang mungkin tak pernah mendapatkan haknya—namun tak pernah lelah memberi yang terbaik.

“Alhamdulillah, Alesha Najwa Education Center telah memberikan Beasiswa Presentasi Bimbingan Les gratis kepada 10 anak sejak tahun 2024. Program ini diberikan selama dibutuhkan dengan ketentuan waktu yang tidak terbatas,” pungkasnya.

NB : “Saya yakin, Kedzaliman yang diperbuat di dunia akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak”

Alamat Alesha Najwa Education Center: Jl. MAWAR Gg. NUSANTARA Gg Belakang ALFAMART.

Hp : 081953232455

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez