12 Tahun Vakum, Bupati Jarot Hidupkan Kembali Pacuan Kuda Moyo Hilir

4 menit membaca
Sahril
Olahraga, Pemerintahan - 09 Agu 2026

SUMBAWA, Nuansantb.id — Derap kaki kuda kembali menggema di Arena Pacuan Kuda Moyo Hilir setelah lebih dari satu dekade sunyi. Sebanyak 278 peserta dari seluruh Nusa Tenggara Barat (NTB) memeriahkan Lomba Pacuan Kuda Bupati Cup 2026 yang berlangsung Minggu (09/08/2026), menandai kebangkitan olahraga tradisional khas Sumbawa.

Event yang memasuki tahun kedua pelaksanaan di bawah kepemimpinan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan pacuan kuda sebagai warisan budaya sekaligus olahraga bergengsi.

Pembukaan lomba dihadiri Kapolres Sumbawa, jajaran Pengurus PORDASI Sumbawa, Camat Moyo Hilir, unsur Forkopimcam, perwakilan sponsor PT. AMNT dan PT. Bank NTB Syariah, serta ratusan masyarakat yang memadati area tribun.

Antusiasme Peserta Meningkat Signifikan

Ketua Panitia sekaligus Ketua PORDASI Kabupaten Sumbawa, H. Jabir, S.Pd, melaporkan peningkatan jumlah peserta yang cukup menggembirakan.

“Tahun lalu peserta masih di bawah 200 orang, tahun ini mencapai 278 peserta. Ini menunjukkan animo masyarakat terhadap pacuan kuda semakin meningkat,” ujar H. Jabir dalam laporannya.

Bupati Cup 2026 mempertandingkan 12 kelas perlombaan. Pada hari pertama, dua kelas diperlombakan yakni kelas TK dan OA. Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp350 ribu dengan total hadiah menarik:

· Juara I: Rp8 juta

· Juara II: Rp7 juta

· Juara III: Rp6 juta

H. Jabir menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, khususnya Bupati Sumbawa, atas dukungan penuh yang menjadi faktor kunci bangkitnya kembali Arena Pacuan Kuda Moyo Hilir setelah vakum selama kurang lebih 12 tahun.

Komitmen Bupati: Pacuan Kuda Bukan Sekadar Lomba

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan bahwa Bupati Cup bukan sekadar agenda perlombaan tahunan, melainkan bagian dari upaya strategis mempertahankan pacuan kuda sebagai olahraga dan tradisi yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Sumbawa.

“Ini tahun kedua pelaksanaan Pacuan Kuda Bupati Sumbawa Cup. Meski tahun lalu masih dalam skala kecil, ini merupakan bentuk komitmen kita agar pacuan kuda tetap lestari,” tegas Bupati.

Menurutnya, kebangkitan Arena Pacuan Kuda Moyo Hilir setelah 12 tahun vakum harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Revitalisasi Arena: Menghijaukan Kembali Kawasan Pacuan

Bupati mengungkapkan rencana jangka panjang pemerintah daerah untuk menjadikan arena pacuan semakin nyaman dan representatif.

“Ke depan kita akan rindangkan arena ini. Kita tanam lagi pohon-pohon di sini, kita tambah fasilitasnya, termasuk tribunnya,” ujarnya.

Pada musim hujan tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengerahkan ASN untuk melakukan penanaman pohon di kawasan arena. Sebagian besar tanaman kini tumbuh dengan baik, meskipun penghijauan masih belum merata.

“Alhamdulillah pohon-pohonnya tumbuh dengan baik, meski belum merata. Kita akan teruskan,” tambahnya.

Dampak Ekonomi dan Multiplier Effect

Bupati menyoroti pentingnya event pacuan kuda tidak hanya dari sisi olahraga dan tradisi, tetapi juga dari dampak ekonomi yang ditimbulkan.

“Event-event pacuan kuda yang menarik hampir hilang. Ini yang melatarbelakangi kami mensupport kegiatan ini,” ungkapnya.

Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah, bersama keluarga dan kru pendamping, serta masyarakat yang datang menyaksikan perlombaan, dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

“Event ini punya multiplier effect untuk masyarakat,” tegas Bupati.

Pesan Sportivitas dan Keberlanjutan

Bupati memastikan kegiatan pacuan kuda akan terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. Pemerintah daerah juga akan terus melakukan pembenahan kawasan agar Arena Pacuan Kuda Moyo Hilir semakin nyaman, rindang, dan memiliki fasilitas yang lebih memadai.

Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar menjadikan sportivitas sebagai bagian penting dari setiap pertandingan.

“Jaga sportivitas,” pesannya singkat.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada PORDASI, panitia penyelenggara, para sponsor, peserta, dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya Bupati Cup 2026.

Kebangkitan yang Dinanti

Dengan meningkatnya jumlah peserta dari kurang dari 200 orang pada tahun lalu menjadi 278 peserta tahun ini, Bupati Cup 2026 menjadi sinyal kuat bahwa derap pacuan kuda di Sumbawa mulai bangkit kembali.

Arena yang sempat sunyi selama 12 tahun itu kini kembali bergemuruh—membawa harapan agar pacuan kuda tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi tumbuh menjadi olahraga berprestasi, warisan budaya yang lestari, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Sumbawa.

Bupati Cup 2026 membuktikan: tradisi tidak pernah mati, ia hanya menunggu waktu untuk bangkit kembali.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez