
Sumbawa, Nuansantb.id– Suasana Jumat siang di Masjid Al Hidayah, Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, terasa berbeda dari biasanya. Jamaah yang hadir tidak hanya mendengarkan khotbah rutin, tetapi juga mendapatkan siraman rohani sekaligus pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang mendalam.
Bertindak sebagai khatib, Kapolsek Labuhan Badas, IPTU Eko Riyono, S.H., M.Si., menyampaikan materi yang menyentuh akar permasalahan sosial di tengah masyarakat, khususnya terkait bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Dalam khotbahnya, Jumat (11/09/2026), IPTU Eko menekankan bahwa pencegahan narkoba tidak bisa hanya bersifat seremonial belaka. Ia menyoroti bahwa seringkali anak muda tidak takut pada narkoba karena mereka tidak memahami bahayanya secara mendalam. Rasa takut yang ada pada mereka, lanjutnya, hanya sebatas takut jika ketahuan oleh aparat atau orang tua. Pola pikir inilah yang kemudian memunculkan tiga anomali berbahaya dalam masyarakat.
“Ada tiga anomali yang harus kita sadari bersama. Pertama, anomali kognitif. Anak kita tahu narkoba itu haram, tapi mereka tidak tahu bahwa narkoba merusak dopamin otak secara permanen. Ini yang membuat mereka keliru memahami risikonya,” ujar Kapolsek di hadapan jamaah.
Anomali kedua, lanjut IPTU Eko, adalah anomali afektif. Dalam kondisi ini, seorang anak merasa bahwa mencoba sekali tidak akan berdampak apa-apa. Perasaan aman yang semu ini muncul karena ketidaktahuan akan bahaya yang mengintai di baliknya.
Sementara itu, anomali ketiga adalah anomali struktural, di mana keluarga dan masyarakat hanya pandai melarang, namun gagal menyediakan alternatif dalam aktivitas positif bagi anak-anak muda.
“Kita sering jago melarang, tapi lupa memberikan wadah. Anak muda butuh kegiatan positif. Jika kita hanya melarang tanpa memberi jalan keluar, mereka akan mencari kesibukan sendiri, dan bisa jadi terjerumus ke hal negatif,” tegasnya.
Selain membahas bahaya narkoba, Kapolsek yang juga dikenal dekat dengan masyarakat ini menyelipkan pesan-pesan keagamaan. Ia mengingatkan pentingnya ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, termasuk menjauhi narkoba.
“Bentengi diri generasi muda dengan akhlak yang baik, ilmu agama yang memadai maka In Shaa Allah akan menjadi benteng bagi diri mereka untuk menjauhi perbuatan tercela termasuk narkoba yang jelas membahayakan diri dan keluarga,” pungkas Kapolsek Eko.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan rutin Kapolsek Labuhan Badas dalam menyampaikan siar agama sekaligus pesan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Sumbawa. Kehadiran polisi di mimbar masjid diharapkan mampu mendekatkan diri dengan masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual yang peduli terhadap masa depan generasi penerus bangsa.
Jamaah yang hadir merasa pesan yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana peredaran narkoba menjadi ancaman serius bagi anak-anak muda. Melalui pendekatan edukatif dan religius ini, diharapkan kesadaran kolektif untuk memerangi narkoba semakin tumbuh di tengah masyarakat Labuhan Badas.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar