
Sumbawa, Nuansantb.id — Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah panggung milik Sapi’i di RT 01 RW 03 Desa Rhee Loka, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, Rabu (04/11/2026) pagi. Selain bangunan dan isi rumah, informasi yang diterima media ini menyebutkan uang tunai Rp50 juta ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.
Kobaran api juga sempat merambat dan membakar bagian lesplank serta sedikit atap rumah panggung milik Sanapiah yang berada tepat di sebelahnya.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa menerima laporan warga sekitar pukul 06.32 WITA. Satu armada fire truck beserta Regu 1 Damkartan Zona Utan langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan si jago merah.
Kepala Dinas Damkartan Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitonggo, S.T., M.Eng., membenarkan kejadian itu. Ia menyampaikan, jajarannya tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pada pukul 06.45 WITA dan langsung melakukan tindakan pemadaman.
“Petugas di lapangan sempat mengalami hambatan karena akses jalan menuju lokasi cukup sempit dan rusak. Konstruksi rumah panggung yang didominasi kayu membuat api cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya,” ujar Pipin dalam laporan resminya.
Menurut Pipin, proses pemadaman melibatkan kerja sama antarinstansi. Danpos beserta personel Regu 1 Damkartan Zona Utan bahu-membahu bersama anggota TNI, Polri, petugas PLN, dan masyarakat setempat untuk mencegah kobaran api makin meluas. Upaya tersebut membuahkan hasil. Api berhasil dikuasai dan dipadamkan secara total sekitar pukul 07.35 WITA.
“Setelah memastikan lokasi benar-benar aman dan terkendali, armada Damkartan kembali ke Pos Utan pada pukul 07.47 WITA,” jelasnya.
Dalam musibah ini, tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta. Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Selain kerugian bangunan dan barang, informasi yang dihimpun media ini menyebutkan ada uang tunai Rp50 juta yang ikut terbakar. Kondisi rumah panggung berbahan kayu membuat api bergerak cepat sehingga warga dan petugas hanya bisa berupaya menyelamatkan bangunan di sekitarnya.
Pipin mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada permukiman dengan konstruksi rumah berbahan mudah terbakar. Menurutnya, pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan kompor, dan penyimpanan barang-barang mudah terbakar perlu menjadi perhatian bersama. Ia juga mengapresiasi cepatnya respons warga yang melaporkan kejadian sehingga petugas dapat segera diterjunkan ke lokasi.
“Kami mengapresiasi dukungan semua pihak, termasuk TNI, Polri, PLN, dan masyarakat, sehingga api tidak meluas ke rumah lain. Kami mengimbau warga tetap waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan bisa lebih cepat,” pungkas Pipin.
Hingga berita ini diturunkan, warga sekitar masih bersih-bersih dan mendata barang-barang yang tersisa. Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi musibah, terutama di kawasan permukiman padat dengan akses jalan yang terbatas. (SI)
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar