
JAKARTA, Nuansantb.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendapatkan komitmen hibah pembangunan lanjutan RSUD Sumbawa senilai Rp120 miliar dari Kementerian Kesehatan RI. Hibah yang direncanakan mulai direalisasikan pada 2027 itu terdiri atas Rp100 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp20 miliar untuk pengadaan alat kesehatan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., bersama Direktur RSUD Sumbawa dr. Mega Harta, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Kesehatan, Ketua DPRD Sumbawa Nanang Nasiruddin, S.AP., MM.Inov., Wakil Ketua I HM. Berlian Rayes, S.Ag., MM.Inov., Wakil Ketua III Zulfikar Demitry, SH., MH., dan Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa Muhammad Takdir, SE., MM.Inov., dengan Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.P.D., Subsp.E.M.D. (K), Ph.D., di Jakarta, 4 Oktober 2026.
Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., mengatakan dukungan tersebut menjadi momentum strategis untuk menuntaskan migrasi layanan ke RSUD Sering secara paripurna. Menurutnya, hibah itu bukan sekadar bantuan infrastruktur dan alat kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Sumbawa.
“Alhamdulillah, apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Kementerian Kesehatan dan jajaran pemerintah pusat atas dukungan luar biasa ini. Komitmen dan alokasi hibah ini bukan sekadar bantuan infrastruktur dan alat kesehatan, tetapi momentum strategis untuk menuntaskan migrasi layanan ke RSUD Sering secara paripurna,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, berdasarkan komunikasi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI beserta jajaran, Kabupaten Sumbawa mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp120 miliar pada 2027, terdiri dari Rp100 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp20 miliar untuk pengadaan alat kesehatan. Pembangunan tersebut mencakup Central Medical Unit (CMU) dengan luas sekitar 6.000 meter persegi, terdiri atas tiga lantai, serta dilengkapi berbagai prasarana pendukung.
Selain itu, RSUD Sumbawa juga mendapatkan alokasi bantuan peralatan kesehatan melalui program KJSU-KIA, SIHREN, dan BA-BUN (Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara) yang saat ini sedang berlangsung. Bantuan alat kesehatan tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp80 miliar, meliputi CT-Scan, Mammografi, Cathlab, mesin anestesi, ventilator, alat X-Ray, serta berbagai peralatan penunjang pelayanan medis lainnya.
Menurut Bupati, dukungan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumbawa. Sebelumnya, pembangunan RS Sering sempat keluar dari daftar prioritas Kementerian Kesehatan, sehingga Pemkab Sumbawa terus memperjuangkan agar pembangunan dapat dilanjutkan.
“Ini adalah komitmen kita untuk menghadirkan fasilitas dan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Sumbawa. Tugas kami internal RSUD saat ini mempersiapkan SDM dan tata kelola yang baik. Pemkab dan DPRD Kabupaten Sumbawa tentu akan mengawal penuh komitmen pendukung ini, demi mewujudkan pelayanan kesehatan publik yang modern, berkeadilan, dan berstandar nasional di Tanah Samawa,” tambahnya.
Dengan dukungan pembangunan gedung CMU dan penguatan peralatan medis tersebut, RSUD Sumbawa diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan, memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialistik, sekaligus menghadirkan fasilitas kesehatan yang semakin modern di Kabupaten Sumbawa. (SI)
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar