
Sumbawa Besar, Nuansantb.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menunjukkan komitmen kuat dalam menata kualitas hidup masyarakat melalui Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh dan Sanitasi Rumah yang dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Selasa (07/10/2025).
Rapat yang menghadirkan Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PUPR, Ir. Fitrah Nur, M.Si., ini menjadi sinyal positif dimulainya transformasi besar di sepuluh kawasan, termasuk kawasan Jempol yang akan segera direvitalisasi.
Bupati Syarafuddin Jarot dalam arahannya menegaskan bahwa sebagai daerah yang luas, Kabupaten Sumbawa memikul beban pembangunan yang tidak ringan. Karena itu, Pemkab menyambut baik dan akan mengawal penuh setiap program yang mendongkrak pembangunan, termasuk proyek strategis revitalisasi Kawasan Jempol.
“Keberadaan proyek revitalisasi kawasan kumuh Jempol ini kami lihat bukan sekadar proyek fisik biasa, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk memajukan Kabupaten Sumbawa. Kami akan memastikan dukungan penuh dari semua OPD terkait agar target pembangunan tercapai secara optimal,” tegas Bupati Jarot di ruang rapat lantai satu Kantor Bupati Sumbawa.
Ditambahkan Bupati, upaya penanganan permukiman kumuh merupakan langkah strategis untuk meningkatkan indeks kualitas hidup masyarakat dan menekan disparitas pembangunan antara pusat kota dan kawasan pinggiran.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PUPR, Ir. Fitrah Nur, M.Si., memaparkan detail rencana aksi yang akan dilakukan. Revitalisasi Kawasan Jempol yang mencakup luas 18,23 Hektar akan terdiri dari beberapa komponen pembangunan infrastruktur dasar yang komprehensif.
“Program ini dirancang untuk menyasar akar permasalahan. Kita akan membangun drainase sepanjang 1.405 meter, jalan lingkungan 1.411 meter, jalan pedestrian 1.405 meter, dan 90 unit sanitasi yang ditujukan untuk keluarga,” jelas Fitrah Nur secara rinci.
Namun, yang ditegaskannya sebagai kunci keberlanjutan adalah aspek pemberdayaan masyarakat. Fitrah Nur menekankan bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran dan kapasitas warga.
“Infrastruktur yang baik bisa kembali rusak jika tidak dirawat. Karena itu, pemberdayaan masyarakat adalah komponen terpenting. Kami ingin memastikan kawasan yang sudah ditata ini tidak kembali menjadi kumuh, tetapi justru menjadi ruang hidup yang sehat, produktif, dan berkelanjutan bagi warganya,” imbuhnya.
Rapat koordinasi yang dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sumbawa serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ini pun menghasilkan komitmen untuk mempercepat langkah persiapan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan penanganan kawasan kumuh yang holistik dan terintegrasi di Pulau Sumbawa, mengubah wilayah tertinggal menjadi kawasan yang layak huni dan bernilai ekonomi.
Editor/Pemred: Sahril Imran

Tidak ada komentar