Gapit Berduka, Dua Rumah Tiga Motor dan Uang Puluhan Juta Hangus Dilalap Api

3 menit membaca
Sahril
PERISTIWA - 13 Okt 2025

SUMBAWA, Nuansantb.id – Suasana duka menyelimuti Dusun Abadi, Desa Gapit, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, setelah musibah kebakaran melanda permukiman penduduk pada Senin (13/10/2025) sore. Dua unit rumah milik warga, H. Abdullah dan H. Ishaka, ludes dilalap si jago merah dalam peristiwa yang berlangsung hampir dua jam itu.

Berdasarkan keterangan resmi dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos., M.Si., akar tragedi ini berawal dari aktivitas warga yang kurang waspada.

“Hasil investigasi sementara di lapangan, kebakaran dipicu oleh percikan api dari pembakaran sampah di sekitar lokasi. Api yang awalnya kecil kemudian merambat dengan cepat ke lahan kering dan akhirnya membakar rumah warga yang sebagian besar konstruksinya dari bahan bambu dan kayu panggung, sehingga sangat rentan api,” jelas H. Sahabuddin saat dikonfirmasi.

Peristiwa yang mulai berkobar sekitar pukul 15.53 WITA itu langsung mendapat respons cepat dari jajaran. Regu 2 Satgas Pos Plampang yang didukung oleh personel Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan puluhan warga setempat segera bergerak menuju lokasi. Satu unit mobil pemadam kebakaran (fire truck) dikerahkan guna menjinakkan kobaran api yang semakin ganas.

“Sesampainya di lokasi, kami menemukan kondisi yang cukup berat karena api sudah membesar dan telah melahap dua unit rumah beserta seluruh isinya. Namun berkat sinergi dan kesigapan seluruh pihak, termasuk partisipasi aktif warga, api berhasil kita padamkan sepenuhnya pada pukul 17.45 WITA,” papar H. Sahabuddin lebih lanjut, mengapresiasi upaya pemadaman yang dilakukan secara gotong royong.

Akibat kebakaran hebat tersebut, seluruh bangunan dan harta benda di dalam kedua rumah tersebut habis tak bersisa. H. Sahabuddin menyampaikan perkiraan kerugian material yang dialami korban. “Kerugian material sementara kami taksir mencapai angka Rp200 juta. Rinciannya berasal dari dua unit rumah, tiga unit sepeda motor, serta uang tunai milik korban yang tidak sempat diselamatkan sebesar Rp26 juta,” ungkapnya.

Meski mengalami kerugian harta benda yang tidak sedikit, satu hal yang patut disyukuri dalam musibah ini adalah tidak adanya korban jiwa. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri dengan selamat.

H. Sahabuddin juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim kemarau. “Kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kami menghimbau agar masyarakat sangat berhati-hati dalam melakukan pembakaran sampah, terlebih di area dekat permukiman dan pada kondisi cuaca yang kering. Sebaiknya hindari cara-cara tersebut dan ganti dengan metode yang lebih aman,” tegasnya.

Berkat kerja cepat dan koordinasi yang solid antara petugas pemadam, aparat keamanan, dan masyarakat, situasi berhasil dikendalikan. Api pun berhasil dicegah agar tidak meluas ke rumah-rumah warga lain di sekitarnya, mencegah kerugian yang lebih besar. Saat ini, keluarga korban sedang mendapatkan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis dan mengupayakan bantuan lanjutan.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez