Peringatan Keras Wabup Ansori: “Kerusakan Hutan Akibat Ladang Jagung Picu Bencana!”

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan, POLITIK - 09 Feb 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Pasca terjangan banjir yang melanda Kecamatan Empang, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyampaikan peringatan keras terkait penyebab utama bencana yang kerap berulang tersebut.

Dalam kunjungan kerja sekaligus penyerahan bantuan kepada korban di Dusun Jotang Tero, Desa Jotang, Senin (09/02/2026), Wabup Ansori secara gamblang menyebut alih fungsi hutan menjadi ladang jagung sebagai akar masalah.

Didampingi dengan Ketua GOW yang juga Ketua PC PIRA dan kader Partai Gerindra, Wabup Ansori meninjau langsung kerusakan parah akibat banjir. Ia menyatakan bahwa bencana ini adalah konsekuensi langsung dari terganggunya keseimbangan ekosistem.

“Hutan memiliki fungsi vital sebagai penyangga lingkungan. Ketika hutan rusak, dampaknya langsung dirasakan masyarakat dalam bentuk banjir dan bencana lainnya,” tegas Ansori di hadapan warga yang terdampak.

Wabup Ansori menegaskan, banjir yang melanda tidak terlepas dari praktik pembukaan lahan secara masif dan pembalakan liar yang mengurangi daya serap tanah. Namun, ia secara khusus menyoroti tren yang mengkhawatirkan di wilayah tersebut.

“Saya mengingatkan dengan keras, khususnya kepada warga di wilayah lereng. Maraknya alih fungsi kawasan hutan menjadi lahan pertanian jagung, tanpa mempertimbangkan aspek konservasi, adalah bom waktu,” papar Haji Ansori.

Ia membeberkan fakta di lapangan yang diamatinya. Hampir seluruh tutupan hutan di sekitar lokasi telah berubah menjadi hamparan jagung. Kondisi ini, menurutnya, memperparah erosi dan memicu longsoran, seperti yang terjadi di ruas jalan sekitar Peruak Haji Ako. Bahkan, lereng terjal yang membahayakan pemukiman di bawahnya pun sudah dijamah.

“Ini sangat riskan. Dusun ini dilalui aliran sungai yang sumber airnya dari hutan dan gunung di sekitarnya. Ketika hutan di bagian hulu hilang, maka yang terjadi adalah banjir bandang dan tanah longsor. Kita sedang menggali kubur kita sendiri,” tandas Haji Ansori.

Sebagai solusi jangka panjang, Wabup Ansori mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam gerakan penghijauan dan reboisasi. Ia menekankan pentingnya beralih ke pola pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Menjaga hutan berarti menjaga masa depan dan keselamatan kita sendiri,” pungkasnya.

Imbauan ini sekaligus menjadi langkah advokasi pencegahan, menyusul rentetan bencana banjir yang semakin sering melanda wilayah itu. Pesan tersebut diharapkan dapat menyadarkan masyarakat untuk menghentikan praktik perladangan yang merusak kawasan konservasi dan beralih ke sistem agroforestri yang lebih aman.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez