Kunker Direktur PPKWPL RI ke Sumbawa, Bupati Jarot Dampingi Tinjau Kawasan Mangrove Naga Sira

3 menit membaca
Sahril
NASIONAL, Pemerintahan - 24 Jun 2026

Sumbawa, Nuansantb.id– Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut (PPKWPL) Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Sumbawa, Selasa (23/06/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut rencana kunjungan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh. Jumhur Hidayat ke Nusa Tenggara Barat pada 4–5 Juli 2026 mendatang.

Direktur PPKWPL didampingi langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, meninjau sejumlah lokasi penanaman mangrove, salah satunya di kawasan Pulau Naga Sira, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara. Kawasan ini merupakan hamparan mangrove seluas sekitar 80 hektare yang menjadi salah satu bentang alam pesisir terbesar di Kabupaten Sumbawa. Selain berfungsi sebagai benteng alami pelindung pantai dari abrasi dan peredam energi gelombang laut, kawasan ini juga mulai dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis masyarakat dengan tarif masuk yang terjangkau.

Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Sistem perakaran yang lebat mampu memecah energi ombak, melindungi garis pantai dari pengikisan, serta mencegah intrusi air laut ke daratan. Di sisi ekologis, hutan mangrove menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut bernilai ekonomi tinggi, seperti ikan, kepiting bakau, dan udang, sekaligus menjadi tempat pemijahan alami yang menopang keberlanjutan sumber daya perikanan.

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. “Kabupaten Sumbawa memiliki sekitar 8.000 hektare kawasan mangrove yang terus kami jaga dan kembangkan. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang,” ujar Bupati Jarot saat mendampingi kunjungan tersebut.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pelestarian mangrove tidak hanya berdimensi ekologis tetapi juga ekonomi. Kawasan Naga Sira yang telah dikelola sebagai ekowisata membuktikan bahwa konservasi dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa saat ini tengah menggencarkan program Sumbawa Hijau Lestari yang mencakup penanaman pohon serentak dan rehabilitasi lahan kritis di seluruh wilayah.

Kunjungan Direktur PPKWPL ini juga menjadi momen evaluasi kesiapan lapangan menjelang kedatangan Menteri Lingkungan Hidup. Berbagai aspek pengelolaan kawasan mangrove, mulai dari kondisi vegetasi, keterlibatan masyarakat, hingga potensi pengembangan ekowisata berkelanjutan, menjadi perhatian utama dalam peninjauan tersebut.

Dengan luas mangrove yang mencapai ribuan hektare dan potensi ekonomi hijau yang besar, Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat menjadi model pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan di tingkat nasional. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sebagaimana terlihat dalam kunjungan kerja ini, menjadi kunci utama dalam mewujudkan perlindungan ekosistem mangrove yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez