Kemendikdasmen Kawal MPLS di Sumbawa: Sekolah Harus Jadi Rumah Aman untuk Murid

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 13 Jul 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Suasana khidmat menyelimuti halaman SMPN 1 Labuhan Badas pada Senin (13/7/2026). Di tengah hiruk-pikuk tahun ajaran baru, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui jajaran pimpinan pusatnya turun langsung ke lapangan untuk memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berjalan ramah dan bebas dari kekerasan.

Kegiatan pemantauan yang digelar di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen Nomor 1002/B/H4/PK.03.01/2026. Tujuannya jelas: menjamin transisi murid baru berlangsung inklusif, aman, dan nyaman, serta mengikis habis praktik perundungan, kekerasan, dan perpeloncoan yang kerap membayangi momen pertama masuk sekolah.

Pesan Tegas dari Pimpinan Kementerian

Dalam upacara pembukaan MPLS di SMPN 1 Labuhan Badas, Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga, Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan arahan yang menggugah. Ia menegaskan bahwa ukuran kehebatan sebuah sekolah tidak lagi diukur semata dari deretan prestasi akademik.

“Sekolah yang hebat adalah sekolah yang membuat setiap anak merasa aman untuk belajar, nyaman untuk bertanya, berani mencoba, dan bahagia menjadi dirinya sendiri,” ujar Prof. Biyanto di hadapan para siswa baru dan tenaga pendidik.

Ia pun mengajak seluruh elemen sekolah untuk menghidupkan semangat “Rukun Sama Teman” sebagai fondasi karakter. Menurutnya, rukun bukan berarti seragam, melainkan saling menghargai, membantu, dan menyemangati. Para guru pun diingatkan untuk memberikan pendampingan yang hangat dan edukatif, guna menciptakan kesan pertama yang membangun rasa percaya diri siswa.

Pendampingan Menyeluruh di Semua Jenjang

Komitmen pemerintah terhadap lingkungan belajar yang aman tidak hanya berhenti di tingkat SMP. Di hari yang sama, Staf Khusus Menteri Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D., memimpin langsung upacara dan pendampingan MPLS Ramah di SDN 6 Sumbawa Besar.

Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitasi dan Advokasi Penguatan Karakter Puspeka, Agus Muhammad Solihin, S.E., M.Pd., turun ke tingkat pendidikan anak usia dini dengan melakukan pendampingan di TK Negeri Pembina Sumbawa Besar pada Selasa (14/7/2026). Kehadiran para pejabat kementerian di berbagai jenjang pendidikan ini menegaskan bahwa penguatan karakter dan perlindungan anak adalah prioritas mutlak yang tidak kenal kompromi.

Dengan langkah nyata ini, Kemendikdasmen berharap MPLS 2026/2027 di Sumbawa menjadi titik awal terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih humanis, di mana setiap anak merasa “betah” dan “di rumah” di sekolahnya sendiri.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez