Kapolsek Eko Riyono Ajak Pelajar SMPN 1 Labuhan Jauhi Pergaulan Bebas dan Bijak Bermedia Sosial

3 menit membaca
Sahril
Headline News, Polri - 19 Okt 2026

Sumbawa, Nuansantb.id– Suasana pagi di halaman SMP Negeri 1 Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, terasa berbeda pada Senin (19/10/2026). Ratusan siswa dan guru berdiri rapi mengikuti upacara bendera, namun kali ini yang bertindak sebagai pembina bukanlah kepala sekolah, melainkan Kapolsek Labuhan Badas, Iptu Eko Riyono, S.H., M.Si.

Kehadiran sosok yang dikenal low profil itu langsung menarik perhatian, bukan karena jabatannya, tetapi karena pesan-pesan yang menyentuh persoalan nyata di kalangan remaja.

Dalam amanatnya, Iptu Eko tidak banyak berbicara soal hukum secara normatif. Ia justru menyoroti persoalan yang kerap luput dari perhatian: pergaulan bebas yang semakin longgar di kalangan pelajar.

“Kami mengajak para siswa/siswi agar menjauhi kenakalan remaja seperti bullying atau perundungan, merokok, miras, narkoba, judi online, dan balap liar,” tegasnya di hadapan peserta upacara. Pesan itu disampaikan dengan nada tenang, tetapi sarat penekanan, mengingat sejumlah kasus kenakalan remaja di Sumbawa belakangan ini cukup meresahkan.

Tidak berhenti di situ, Kapolsek yang akrab disapa Eko ini juga menyinggung soal penggunaan telepon seluler. Menurutnya, gawai ibarat pisau bermata dua: bisa menjadi sumber ilmu, tetapi juga pintu masuk perilaku negatif.

“Gunakan HP secara bijak, tidak sembarangan, tidak mudah terprovokasi berita hoax, dan tidak menyebarkan konten negatif,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa jejak digital tidak pernah hilang, sehingga apa pun yang diunggah hari ini bisa menjadi beban di kemudian hari.

Yang menarik, Iptu Eko tidak hanya berbicara kepada siswa. Ia secara khusus meminta pihak sekolah untuk aktif memantau anak didiknya selama jam-jam sekolah. “Kami berharap pihak sekolah aktif memantau anak didiknya di jam-jam sekolah,” pintanya.

Permintaan itu bukan tanpa alasan. SMPN 1 Labuhan Badas dikenal sebagai salah satu sekolah negeri dengan jumlah siswa yang terus meningkat, dan pengawasan di lingkungan sekolah menjadi kunci pencegahan dini. Kolaborasi antara kepolisian dan sekolah, menurutnya, jauh lebih efektif daripada tindakan represif setelah masalah terjadi.

Kehadiran Kapolsek di tengah upacara bukanlah hal baru di Polsek Labuhan Badas. Sebelumnya, personel Polsek juga pernah menjadi pembina upacara di sekolah lain di wilayah tersebut, sebagai bagian dari program pembinaan pemolisian masyarakat (Binpolmas).

Namun, momen kali ini terasa istimewa karena Iptu Eko hadir langsung, tanpa banyak protokoler, dan menyapa siswa dengan bahasa yang mudah dipahami. Sikap low profilnya justru membuat pesan-pesannya lebih mudah diterima.

Di akhir amanatnya, Iptu Eko kembali menegaskan bahwa masa depan pelajar ditentukan oleh pilihan hari ini. Menjauhi pergaulan bebas, menghindari narkoba dan judi online, serta bijak bermedia sosial bukan sekadar imbauan, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga. Para guru yang mendampingi upacara pun mengangguk setuju. Bagi mereka, kehadiran Kapolsek menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi juga kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk kepolisian.

Upacara pun ditutup dengan suasana khidmat. Tidak ada yel-yel gemuruh, tetapi pesan yang disampaikan Iptu Eko Riyono meninggalkan kesan mendalam. Sebuah pengingat sederhana bahwa di balik seragam yang ia kenakan, ada kepedulian tulus terhadap generasi muda Labuhan Badas. (Ril)

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez