Wabup Ansori Sentil AMMAN: Stunting Sumbawa Naik, Proposal Belum Direspon

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 26 Okt 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, melontarkan kritik tajam terhadap kontribusi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, proposal program penuntasan kasus stunting yang diajukan pemerintah daerah hingga Minggu (25/10/2026) belum mendapat respons dari perusahaan tambang tersebut.

Hal ini disampaikan Wabup Ansori di hadapan para wartawan PWI saat membuka acara Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Se-Pulau Sumbawa di lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (25/10/2026). Kritik itu muncul di tengah kondisi prevalensi stunting Kabupaten Sumbawa yang justru menunjukkan tren peningkatan.

“Proposal untuk program penuntasan kasus stunting di Kabupaten Sumbawa hingga Minggu (25/10/2026) belum direspon,” tegas Haji Ansori, sapaan akrabnya, di depan puluhan wartawan.

Angka Stunting Masih Tinggi

Wabup Ansori memaparkan, persoalan stunting masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Sumbawa tercatat mencapai 29,8 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang berada pada angka 24,7 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya percepatan penurunan stunting masih membutuhkan kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak, bukan hanya pemerintah daerah.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa juga mencatat, hingga Triwulan I tahun 2026, terdapat 3.225 balita yang mengalami stunting. Jumlah itu menjadi gambaran nyata bahwa intervensi dari berbagai sektor, termasuk dunia usaha, sangat dibutuhkan untuk menekan angka tersebut.

“Kami berharap kolaborasi semua pihak baik dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga masyarakat, perorangan, media hingga seluruh elemen masyarakat, termasuk kontribusi nyata PT Amman dalam membantu menurunkan angka stunting yang hingga kini menembus angka 3.225 balita, data triwulan I tahun 2026,” jelas Wabup.

Sorotan terhadap AMMAN

Kritik Wabup Ansori menjadi sorotan karena AMMAN sebelumnya sempat menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa pada Juli 2024 atas partisipasi dan dukungan terhadap program percepatan penurunan stunting. Namun, hingga kini, proposal yang diajukan pemerintah daerah untuk penuntasan kasus stunting belum juga mendapatkan tanggapan resmi. Padahal, AMMAN dikenal memiliki program penurunan stunting di wilayah Sumbawa Barat, seperti yang diakui oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat pada 2024 lalu.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menilai, sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Pulau Sumbawa, AMMAN semestinya juga mengambil peran langsung dalam menangani persoalan stunting di Kabupaten Sumbawa, bukan hanya terbatas pada wilayah lingkar tambang di Sumbawa Barat. Ketiadaan respons terhadap proposal tersebut dinilai mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap kondisi darurat stunting yang dihadapi daerah.

Dalam forum OKK PWI tersebut, Wabup Ansori juga menekankan pentingnya peran media dalam mengawal isu stunting agar menjadi perhatian semua pihak. Menurutnya, pers memiliki fungsi kontrol sosial yang dapat mendorong perusahaan swasta untuk lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap dampak sosial di daerah operasinya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak AMMAN terkait kritik yang disampaikan Wabup Sumbawa. Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap agar proposal yang telah diajukan segera mendapat respons positif, sehingga program penuntasan stunting dapat segera berjalan dan menyasar 3.225 balita yang membutuhkan intervensi. (SI)

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez