
Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Kabupaten Sumbawa bersiap mengirimkan para pengrajin terbaiknya untuk bersaing di ajang Dekranas Award 2025, kompetisi bergengsi tingkat nasional yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat.
Ketua Dekranasda Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE, secara khusus mendorong pelaku UMKM kerajinan lokal agar tak melewatkan kesempatan emas ini untuk mempromosikan kriya khas Sumbawa sekaligus membuka pintu pasar lebih luas.
“Dekranas Award bukan sekadar lomba, tapi jalan menuju pengakuan nasional. Ini momentum bagi pengrajin Sumbawa untuk menunjukkan bahwa produk kita punya keunikan, kualitas, dan nilai budaya yang kompetitif,” tegas Hj. Ida Fitria dalam keterangan resminya, Kamis (19/06/2025).
Kategori dan Manfaat Menarik
Pendaftaran dibuka mulai 19 Juni hingga 16 Juli 2025 melalui tautan bit.ly/DekranasAward2025, dengan 8 kategori lomba: Keramik, Serat Alam, Kayu, Kain, Batuan, Logam, Bahan Alam Lainnya dan Bahan Olahan Lainnya.
Para pemenang berhak mendapatkan: Trofi dan piagam dari Ketua Umum Dekranas, Uang pembinaan, Fasilitas promosi di pameran internasional seperti Trade Expo Indonesia (TEI).
“Kami ingin produk Sumbawa seperti tenun, kerajinan kayu, atau anyaman serat alam bisa dikenal hingga pasar global. Dekranas Award adalah batu loncatan untuk itu,” tambahnya.
Hj. Ida Fitria memastikan Dekranasda Sumbawa akan memberikan pendampingan teknis, mulai dari kurasi produk hingga strategi presentasi. “Tim kami siap membantu pengrajin yang mendaftar. Segera laporkan keikutsertaan ke Sekretariat Dekranasda Sumbawa agar kami bisa memaksimalkan persiapan,” pesannya.
Proses kurasi nasional akan menilai keunikan desain, teknik produksi, nilai budaya, dan keberlanjutan produk. Untuk informasi lengkap, pengrajin dapat menghubungi: Sekretariat Dekranasda Sumbawa: M. Irfan (0819-1758-2205), Panitia Dekranas Pusat: Angela Gloria (0812-8230-2176) dan Eka Wiyati (0812-1162-1734).
“Ayo, wujudkan mimpi besar kriya Sumbawa di panggung nasional! Jadikan Dekranas Award 2025 sebagai bukti bahwa produk kita layak bersaing,” tutup Hj. Ida Fitria. (Nuansa)

Tidak ada komentar