
Sumbawa, Nuansantb.id – Komitmen Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Gelora, Sandi, S.Pd., MM., untuk menjangkau konstituennya terus berlanjut.
Setelah sebelumnya menggelar reses di Dusun Nanga Lidam dan Tanjung Bele, pada Rabu dan Kamis (12-13/11/2025), Sandi kembali melaksanakan reses di dua titik berikutnya, yakni Dusun Senika, Desa Olat Rawa, dan Dusun Olat Po’, Desa Berare.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Reses II Tahun Sidang 2025 untuk secara komprehensif menyerap aspirasi masyarakat guna diperjuangkan dalam pembahasan APBD.
Di Dusun Senika, Desa Olat Rawa, masyarakat menyambut hangat kehadiran anggota dewan mereka. Berbagai usulan disampaikan, mencerminkan kebutuhan akan sarana ibadah, infrastruktur, dan dukungan ekonomi. Untuk menunjang kegiatan sosial dan keagamaan, warga mengusulkan bantuan terop (tenda) dan kursi. Mereka juga meminta perhatian terhadap kondisi mushola, yaitu perbaikan plafon dan pemasangan atap emper yang masih belum layak.
Di sektor infrastruktur, warga Dusun Senika mengharapkan pembangunan jalan dan jembatan menuju kuburan untuk memudahkan akses. Usulan strategis lainnya adalah normalisasi sungai yang diperkuat dengan bronjong (river embankment) untuk mencegah banjir dan erosi yang mengancam pemukiman. Tidak ketinggalan, dukungan perekonomian juga diajukan melalui usulan modal untuk kelompok usaha masyarakat.
Sementara itu, di Dusun Olat Po’, Desa Berare, aspirasi yang diserap memiliki kemiripan semangat untuk peningkatan kualitas hidup. Fokus utama warga adalah pada perbaikan sarana ibadah dengan mengajukan renovasi mushola secara menyeluruh. Secara lebih rinci, usulan mencakup pengadaan terop dan kursi, serta renovasi plafon, pekerjaan plaster, dan pengecatan agar tempat ibadah menjadi lebih nyaman dan layak.
Aspirasi besar lainnya dari Dusun Olat Po’ adalah permintaan bantuan pembangunan Gedung Serba Guna. Fasilitas ini dinilai sangat dibutuhkan sebagai pusat kegiatan masyarakat, pertemuan, dan berbagai acara sosial lainnya, yang selama ini sering terkendala oleh tidak adanya ruang yang memadai.
Menanggapi seluruh usulan dari kedua dusun tersebut, Sandi menyampaikan apresiasi sekaligus penjelasan yang transparan. “Semua aspirasi dan keluhan yang Bapak dan Ibu sampaikan, kami terima dengan baik dan telah kami catat secara detail. Ini akan segera kami formulasikan menjadi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk dibawa ke tahap pembahasan berikutnya,” jelas Sandi.
Namun, ia juga memberikan penjelasan realistis mengenai proses realisasi anggaran. “Komitmen kami untuk memperjuangkan semua usulan ini tidak diragukan. Hanya saja, pada tahap eksekusinya, realisasi tetap harus melihat pada kemampuan keuangan daerah dan ditentukan oleh skala prioritas yang ada,” tegasnya.
Penjelasan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat memahami dinamika perencanaan anggaran yang kompleks. Sandi berharap, dengan komunikasi yang baik dan terus berlanjutnya dialog seperti reses ini, aspirasi masyarakat dapat diakomodir selaras dengan kemampuan fiskal daerah untuk kesejahteraan bersama.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar