Redakan Ketegangan, Wabup Ansori Tampung Aspirasi Mahasiswa dan Ajak Kolaborasi Selamatkan Hutan

3 menit membaca
Sahril

Sumbawa, Nuansantb.id – Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan mahasiswa dari Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) di depan Kantor Bupati Sumbawa pada Senin (15/12/2025) pagi, sempat memanas setelah terjadi insiden saling dorong dengan petugas Polisi Pamong Praja (Pol PP).

Ketegangan berhasil diredakan setelah Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, turun langsung menemui massa aksi dan memberikan kesempatan penyampaian aspirasi.

Aksi yang berfokus pada isu pertanian dan lingkungan itu berakhir damai. Massa membubarkan diri dengan tenang setelah mendengar penjelasan dan komitmen dari Wabup Ansori, yang juga mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam agenda-agenda pemerintah, termasuk penanaman satu juta pohon.

Aksi demo yang berlangsung di depan gerbang kantor bupati sempat memanas ketika massa aksi melakukan pembakaran ban. Insiden ini memicu ketegangan dan aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan petugas Pol PP yang berjaga. Suasana ricuh tersebut berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Merespons situasi itu, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mengambil inisiatif untuk turun tangan secara langsung dengan mendatangi lokasi aksi dan menemui para mahasiswa. Langkah mediasi dari pimpinan daerah ini terbukti efektif meredam emosi massa.

“Kami apresiasi bahwa aspirasi yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa terkait petani, kami terima. Inti dari aspirasi tersebut adalah baik adanya,” kata Wabup Ansori kepada massa aksi.

Setelah diberikan ruang dialog dan mendengarkan penjelasan dari Wakil Bupati, massa aksi yang tergabung dalam SMI pun sepakat untuk membubarkan diri. Seluruh proses berjalan lancar dan aman tanpa ada insiden lanjutan.

Dalam dialog tersebut, Wabup Ansori menyatakan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot dan dirinya telah memprioritaskan sektor pertanian. Berbagai bantuan seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), bibit, perbaikan irigasi, dan pembangunan jalan tani telah banyak didistribusikan.

Lebih dari itu, Wabup Ansori mengungkapkan program konkret ke depan yang sejalan dengan semangat menjaga lingkungan. “Pemerintah esok akan melakukan penanaman satu juta pohon serentak untuk mengembalikan hutan yang tandus,” ujarnya.

Ajakan untuk berkolaborasi menjadi poin penting dalam pernyataan Wabup. Ia secara terbuka mengajak para mahasiswa, sebagai bagian dari generasi muda kritis, untuk tidak hanya menyampaikan aspirasi tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembangunan.

“Kami butuh dukungan semua pihak, terutama para mahasiswa, agar dapat terlibat langsung dalam mengawal setiap kebijakan. Mari kita selamatkan hutan kita untuk anak cucu kita ke depan dan tentunya untuk kesejahteraan petani kita,” pungkas Wabup Ansori.

Insiden ini menunjukkan bahwa meskipun berpotensi ricuh, konflik dapat diselesaikan melalui komunikasi dan keterbukaan. Langkah Wabup Ansori turun langsung untuk berdialog mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menampung aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan muda.

Aparat keamanan, dalam hal ini Pol PP dan didukung oleh Polres Sumbawa, tampaknya juga mengedepankan pendekatan persuasif setelah adanya intervensi pemimpin daerah.

Dengan dibukanya ruang partisipasi bagi mahasiswa, seperti dalam program rehabilitasi hutan, diharapkan energi kritis kaum muda dapat disalurkan menjadi kekuatan konstruktif untuk membangun Sumbawa yang lebih hijau dan sejahtera.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez