
SUMBAWA, Nuansantb.id — Sabtu (29/8/2026) menjadi hari istimewa bagi masyarakat Pulau Medang. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, untuk pertama kalinya sejak dilantik menginjakkan kaki di wilayah kepulauan tersebut. Kedatangannya disambut meriah dengan atraksi budaya Gentao dan barisan siswa sekolah dasar yang berdiri rapi di sepanjang dermaga Desa Bugis Medang.
Didampingi Camat Labuhan Badas, Ardian Pranata, Wabup Ansori datang dengan satu misi utama: menyerap langsung aspirasi warga sekaligus memastikan pembangunan di wilayah kepulauan tidak tertinggal.
“Gentao Warisan Budaya yang Harus Hidup”
Terkesan dengan sambutan hangat masyarakat, Ansori menyebut Gentao bukan sekadar tarian, melainkan cerminan kearifan lokal yang sarat nilai seni dan keagamaan.
“Gentao ini perlu dilestarikan. Ini bukan hanya mengolah fisik dan nonfisik, tetapi juga memiliki seni dan nilai keagamaan yang tinggi,” ujar Ansori dengan nada haru.
Aspirasi Mengalir Deras: Kesehatan, Es Batu, dan Cold Storage
Di balik keindahan Pulau Medang, Camat Labuhan Badas, Ardian Pranata, menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak. Fasilitas kesehatan yang tersedia saat ini masih sebatas Puskesmas Pembantu (Pustu), sementara jarak ke Puskesmas induk sangat jauh. “Ibu hamil yang akan melahirkan sangat membutuhkan sarana transportasi khusus untuk rujukan,” ungkap Ardian.
Sektor perikanan sebagai tulang punggung ekonomi warga juga menghadapi kendala klasik. “Kebutuhan es batu untuk mengawetkan ikan masih harus didatangkan dari Sumbawa. Masyarakat sangat membutuhkan cold storage,” tambahnya.
Wabup Ansori: “Pulau Medang Harus Berdikari”
Menanggapi aspirasi tersebut, Wabup Ansori memberikan respons cepat dan tegas. Ia berkomitmen memperjuangkan Pulau Medang masuk dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)—program strategis nasional yang telah berjalan di enam lokasi di Sumbawa.
“Pulau Medang akan kami perjuangkan agar bisa masuk dalam program tersebut. Harapannya, Pulau Medang bisa menjadi kampung yang mandiri, berdikari, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tegas Ansori.
Keberadaan cold storage dan penataan jalan lingkungan, menurutnya, menjadi kunci untuk mendorong aktivitas ekonomi nelayan.
Tak Hanya Laut, Pertanian Juga Dilirik
Ansori juga melihat potensi besar di sektor pertanian. Ia mendorong pengembangan tanaman buah-buahan yang sesuai dengan karakteristik tanah kepulauan.
“Kalau potensi ini dikembangkan dengan baik, tentu akan menambah sumber penghasilan masyarakat. Kehidupan masyarakat di pulau harus terus ditingkatkan agar kesejahteraan benar-benar bisa dirasakan,” pungkasnya.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung keluhan, dan memperjuangkan pembangunan yang merata hingga ke pelosok kepulauan.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar