Perjuangkan Dana Hibah Rehabilitasi Jembatan Lito dan Sumur Bor, Bupati Sumbawa Temui BNPB RI

3 menit membaca
Sahril
NASIONAL, Pemerintahan - 03 Nov 2026

Jakarta, Nuansantb.id – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mendatangi Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI di Jakarta, Selasa (03/11/2026), untuk memperjuangkan Dana Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Jembatan Lito, Kecamatan Moyo Hulu. Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur strategis yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Dalam pertemuan itu, Bupati Jarot didampingi Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa dan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumbawa beserta jajaran. Rombongan diterima langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Dr. Ir. Afrial Rosya, M.A., M.Si. Agenda utama audiensi membahas usulan proposal Dana Hibah RR untuk penanganan Jembatan Lito.

Bupati menegaskan Jembatan Lito merupakan infrastruktur vital bagi masyarakat. Jembatan itu menjadi jalur mobilisasi utama yang menghubungkan aktivitas antarwilayah. Keberadaannya sangat strategis dalam mendukung kelancaran akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dasar, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi merupakan urat nadi aktivitas masyarakat. Ketika akses tersebut terganggu, mobilitas warga, distribusi hasil perekonomian, hingga akses terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan ikut terdampak. Karena itu, percepatan penanganannya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” ujar Haji Jarot.

Menurut Bupati, dampak kerusakan Jembatan Lito tidak hanya menyangkut kondisi fisik infrastruktur. Kerusakan juga berpengaruh langsung terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat. Karena itu, penanganan jembatan membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah pusat agar pemulihan akses warga dapat berjalan lebih cepat.

Usulan rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Lito merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana, khususnya kerusakan infrastruktur vital akibat dampak bencana alam pada tahun 2023. Pemerintah daerah berharap proposal yang diajukan dapat difasilitasi BNPB sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Selain Jembatan Lito, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menyampaikan sejumlah usulan dukungan lainnya kepada BNPB. Usulan itu meliputi pembangunan sumur bor untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat serta bantuan kendaraan operasional guna menunjang pelaksanaan tugas dan penanganan kebencanaan di daerah.

Bupati Jarot berharap BNPB memberikan perhatian dan memfasilitasi berbagai usulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa agar dapat ditindaklanjuti. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi penting agar pemulihan infrastruktur dan pelayanan dasar bagi masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kami berharap BNPB dapat memfasilitasi usulan ini sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar pemulihan infrastruktur vital dan pelayanan dasar bagi masyarakat Sumbawa dapat segera terwujud,” kata Bupati.

Audiensi ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Selain memastikan rehabilitasi Jembatan Lito, pemerintah daerah terus mendorong dukungan untuk kebutuhan air bersih dan operasional kebencanaan. Harapannya, sinergi pemerintah daerah dan BNPB semakin kuat dalam mengurangi dampak bencana serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (SI)

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez