Pjs Bupati Sumbawa Bersama Forkopimda dan Masyarakat Tanam Mangrove di Pulau Bungin

oleh -684 Dilihat
oleh

Sumbawa Besar, NuansaNTB.id- Pjs Bupati Sumbawa Dr. Najamuddin Amy S.Sos.MM bersama Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa H.M.Berlian Rayes SAg.M.M.Inov, Kejari Sumbawa, Kapolres Sumbawa, Dandim 1607 Sumbawa dan unsur Forkopimda bersama Kepala OPD serta IARMI NTB dan Kabupaten Sumbawa melaksanakan penanaman mangrove di Desa Pulau Bungin Sumbawa Selasa 8 Oktober 2024.

Hadir pula Sekda Sumbawa, Dr Budi Prasetyo, Kadis Kominfotiksandi, Drs Hasanuddin, Kepala OPD lainnya, Camat Alas dan Alas Barat, Kepala Desa Pulau Bungin, siswa dan siswi SD -SMP di sekitar Kecamatan Alas.

Dikatakan oleh PJs Bupati Sumbawa Najamuddin Amy bahwa penanaman Mangrove ini satu dari lima lokasi yang akan ditanam.

“Kita akan menanam juga di pantai Pulau Kaung, Pantai Gelora, Pantai Labuhan Sawo, Labuhan Terata. jadi ada 5 lokasi sehingga total penanaman mangrove yang akan kita laksanakan sekitar 3000 sampai dengan 4000 pohon” ucap Doktor Najam akrab disapa.

Kemudian lanjutnya, hal ini sebagai upaya melestarikan lingkungan hidup ataupun kampanye lingkungan hidup yang melibatkan anak-anak sekolah dan seluruh stakeholder yang lain seperti organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan, pencinta lingkungan, media, perusahaan AMNT dengan karyawannya juga dari Petugas puskesmas juga dilibatkan di dalam rangkaian kegiatan pengobatan Gratis.

Lebih lanjut Doktor Najam menekankan bahwa yang paling utama adalah sampainya pesan kepada seluruh masyarakat Sumbawa untuk menjaga lingkungan. Kabupaten Sumbawa ini sangat luas dan pesisirnya sangat panjang. Salah satu yang harus kita jaga dan kita lestarikan itu adalah jangan sampai terjadi abrasi pantai.

Abrasi pantai ini bisa dicegah atau bisa dilakukan dengan melakukan penanaman mangrove. Penanaman mangrove kalau dijaga dan dilestarikan bisa menjadi wahana wisata sekaligus sebagai sumber penghidupan ekonomi yang baru, karena di situ akan tumbuh biota laut seperti rajungan, kepiting, ikan – ikan biota laut lainnya yang di bawah mangrove dan itu sangat produktif untuk usaha ekonomi masyarakat.

Diungkapkannya bahwa disepanjang jalur barat juga terjadi abrasi. tetapi khusus untuk mangrove ini tidak semua pantai bisa ditanam. Oleh karenanya attensi kita pada yang terdekat dengan lingkungan penduduk yang dirasakan betul – betul manfaatnya.

“Kalau misalnya abrasi yang terjadi di sepanjang jalur jalan kita atasi dengan memasang beronjong atau beton dan upaya-upaya lainnya supaya tidak mengganggu fasilitas publik kita seperti jalan” pungkasnya. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.