Lalu Suharmaji Beberkan Sepuluh Sektor Prioritas dan Peluang Investasi Tinggi di Kawasan Samota

2 menit membaca
Sahril
NASIONAL, Pemerintahan - 25 Jul 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa semakin serius menggarap kawasan strategis SAMOTA (Saleh–Moyo–Tambora) sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Barat. Keyakinan tersebut disampaikan Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji, ST, saat mendampingi Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori menerima kunjungan kerja tujuh Wakil Menteri Republik Indonesia di kawasan SAMOTA, Jumat (24/07/2026).

Rombongan pusat yang hadir terdiri atas Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Wakil Menteri Pariwisata, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri HAM, Wakil Menteri UMKM, serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dalam pemaparannya, Lalu Suharmaji menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah memfokuskan arah investasi di kawasan SAMOTA pada sepuluh sektor kegiatan prioritas. Kesepuluh sektor tersebut meliputi perikanan, budidaya laut, pertanian dan perkebunan, industri, agrowisata, ekowisata, maritim dan pelabuhan, pariwisata premium, energi dan bioindustri, serta perdagangan dan jasa pendukung.

“Pengembangan sektor-sektor ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lalu Suharmaji di hadapan para wakil menteri.

Kawasan SAMOTA yang merupakan akronim dari Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora ini memiliki sejumlah keunggulan kompetitif. Lalu Suharmaji memaparkan tujuh keunggulan utama, antara lain Pulau Moyo dengan Air Terjun Mata Jitu dan wisata bahari kelas dunia, Pulau Satonda dengan danau air asin vulkanik yang langka, Teluk Saleh yang dikenal sebagai “Akuarium Raksasa Dunia”, Gunung Tambora yang berpotensi menjadi geopark internasional, hingga habitat hiu paus yang menjadi salah satu lokasi terbaik di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menyampaikan bahwa validasi pasar menunjukkan permintaan terhadap destinasi SAMOTA terus meningkat dan telah melampaui kapasitas layanan yang tersedia. Selama periode 2020–2026, investasi telah menjangkau 10 kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp434 miliar atau 44,71 persen dari total investasi kawasan, disusul sektor perikanan 15,68 persen, pariwisata 12,75 persen, dan industri 9,88 persen.

“Kondisi ini membuka peluang investasi yang tinggi, didukung oleh risiko pasar yang relatif lebih rendah, sekaligus memberikan dampak pembangunan yang berkelanjutan melalui penguatan ekonomi biru, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pelestarian lingkungan,” tegas Lalu Suharmaji.

Pengembangan SAMOTA sendiri telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 5 Tahun 2024 tentang Kawasan Strategis SAMOTA. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, Lalu Suharmaji optimistis SAMOTA tidak hanya akan menjadi magnet investasi nasional, tetapi juga destinasi pariwisata premium bertaraf internasional yang mengusung visi “Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera”.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez