Rakor Kemiskinan NTB 2026, Wabup Ansori : Sinergi Provinsi-Daerah Kunci Turunkan Kemiskinan Sumbawa

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 06 Nov 2026

Mataram, Nuansantb.id – Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Kamis (05/11/2026).

Rakor yang dihadiri seluruh wakil bupati se-NTB dan unsur terkait itu menjadi ruang koordinasi untuk menyelaraskan langkah pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menekan angka kemiskinan.

Kegiatan dibuka Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P. Dalam arahannya, Wagub menekankan pentingnya menjaga kesinambungan upaya penanggulangan kemiskinan, terutama melalui program yang tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, capaian penurunan angka kemiskinan harus tetap dijaga melalui evaluasi dan perbaikan program secara berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, tingkat kemiskinan di NTB tercatat 11,17 persen. Angka itu menurun 0,21 poin dibandingkan September 2025 yang mencapai 11,38 persen. Jumlah penduduk miskin juga berkurang sekitar 8.680 orang menjadi 628.500 orang. Kendati demikian, kesenjangan antarwilayah, khususnya di kawasan pedesaan dan daerah terpencil, serta kondisi kelompok masyarakat rentan masih menjadi perhatian dalam penyusunan dan pelaksanaan program ke depan.

Wagub juga mendorong pemerintah kabupaten/kota mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan bersama organisasi perangkat daerah (OPD). Evaluasi diperlukan agar setiap program berjalan sesuai perencanaan sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat sasaran. “Pemerintah kabupaten/kota didorong mengevaluasi pelaksanaan program bersama OPD agar tepat sasaran,” ujar Wagub dalam forum tersebut.

Bagi Wakil Bupati Sumbawa, Rakor ini bukan sekadar forum evaluasi, tetapi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Menurut Haji Ansori, persoalan kemiskinan tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan satu langkah, satu data, dan satu target yang selaras antara provinsi dan daerah, termasuk dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.

“Alhamdulillah, hari saya menghadiri secara langsung Rakor Penanggulangan Kemiskinan NTB tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi,” ujar Wabup Ansori kepada Nuansantb. Ia menambahkan, forum ini memberi ruang bagi daerah untuk menyampaikan capaian, kendala, dan kebutuhan lapangan sehingga kebijakan penanggulangan kemiskinan tidak berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar berdampak di masyarakat.

Wabup Ansori memaparkan, kemiskinan di Kabupaten Sumbawa saat ini masih menghadapi tantangan tidak ringan, terutama karena sebaran penduduk di wilayah pedesaan, daerah terpencil, dan kelompok rentan. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah terus berupaya menurunkan angka kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi, penguatan UMKM, bantuan sosial tepat sasaran, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta penyiapan data yang lebih akurat.

Menurutnya, sinergi provinsi-daerah diperlukan agar bantuan dan program pemberdayaan tidak tumpang tindih. Pemerintah kabupaten, kata Ansori, akan terus berkoordinasi dengan OPD, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan untuk memastikan program menyasar warga yang benar-benar membutuhkan. “Kami di Sumbawa berkomitmen menjalankan program yang terarah, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Sinergi dengan provinsi menjadi kunci agar upaya ini lebih efektif,” katanya.

Kehadiran Wabup Ansori dalam kegiatan ini menjadi bagian dari koordinasi antarpemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan yang terarah, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui evaluasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, program yang dijalankan diharapkan semakin efektif, tidak hanya menekan angka kemiskinan, tetapi juga memperluas kesempatan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTB, termasuk di Kabupaten Sumbawa. (SI)

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez