Dukung Program Nasional, Wabup Ansori Target 100 SPPG di Sumbawa

3 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 16 Mei 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Jumat (15/05/2026). Peluncuran ini menjadi langkah konkret daerah dalam mendukung program nasional percepatan pemenuhan gizi masyarakat sekaligus penanganan stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para kepala desa, kepala sekolah se-Kecamatan Labuhan Badas, serta tokoh agama dan masyarakat. Hadir pula Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, anggota DPRD, serta sejumlah kepala dinas, termasuk Kesehatan, Lingkungan Hidup, Dukcapil, dan DPMPTSP.

Dalam sambutannya yang menjadi sorotan utama, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dijalankan dengan penuh amanah dan tidak boleh dimanfaatkan sebagai lahan mencari keuntungan pribadi.

“Jangan mencari keuntungan dari MBG ini. Yang kita inginkan adalah memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya para penerima manfaat dan calon generasi emas 2045,” tegas Ansori dengan nada serius.

Orang nomor dua di Sumbawa itu juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mitra dan yayasan, termasuk Yayasan Hidayatul Qur’an Samawa, yang telah berkontribusi dalam pembangunan SPPG. Menurutnya, kehadiran fasilitas ini harus berdampak nyata, bukan sekadar simbol pembangunan.

“SPPG harus berfungsi optimal. Jangan sampai hanya ada peresmian, tapi manfaatnya tidak dirasakan oleh ibu-ibu dan anak-anak kita,” tambahnya.

Wakil Bupati juga menyoroti target ambisius pembentukan 100 unit SPPG di Kabupaten Sumbawa. Hingga saat ini, baru sekitar 29 unit yang terbentuk. Karena itu, ia mengajak semua pihak bersinergi mempercepat realisasi program tersebut.

“Kita masih punya pekerjaan rumah besar. Tanpa kolaborasi semua elemen, target ini sulit tercapai. Saya minta dinas terkait, camat, dan kepala desa bergerak cepat,” ujarnya.

Kepala SPPG Karang Dima, Ewi Nurmala, S.Pt, menjelaskan bahwa program ini merupakan kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi nasional. Ia mengingatkan bahwa stunting bukan hanya masalah perawakan pendek, tetapi juga menyangkut tumbuh kembang, mental, dan karakter anak.

“Penanganan stunting butuh keberlanjutan. Kami di SPPG berkomitmen menjalankan program ini dengan penuh tanggung jawab,” ujar Ewi.

SPPG Karang Dima direncanakan melayani sekitar 2.033 penerima manfaat, mulai dari anak PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA, termasuk para guru. Penyaluran MBG akan dilakukan bertahap: 1.000 penerima pada minggu pertama, 1.500 pada minggu kedua, dan 2.000 pada minggu ketiga.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Hidayatul Qur’an Samawa, M. Labib Ikhsan, S.E., menambahkan bahwa pembangunan SPPG mengikuti standar dan regulasi ketat untuk menjamin kualitas serta keamanan pangan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga mutu bahan pangan agar terhindar dari risiko seperti keracunan makanan.

Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati didampingi para pejabat, dilanjutkan dengan peninjauan langsung fasilitas SPPG. Rombongan juga berdialog dengan masyarakat dan menyaksikan proses pengolahan makanan untuk memastikan kebersihan dan gizi terjamin.

Dengan hadirnya SPPG Karang Dima, layanan pemenuhan gizi di Kabupaten Sumbawa diharapkan berjalan optimal. Program ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Seperti pesan Wakil Bupati, MBG adalah investasi jangka panjang untuk anak-anak Sumbawa, bukan proyek sesaat apalagi ladang keuntungan.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez