
SUMBAWA, Nuansantb.id – Suasana khidmat dan penuh syukur menyelimuti Pondok Pesantren Gunung Galesa, Kecamatan Moyo Hilir, Sabtu (6/6/2026). Di usianya yang ke-38, ponpes yang telah menjadi salah satu pilar pendidikan agama di ujung timur Kabupaten Sumbawa ini tidak hanya merayakan perjalanan panjang dakwah, tetapi juga melepas puluhan siswa-siswi RA, MI, dan MTs dalam acara purna siswa.
Hadir di tengah-tengah keluarga besar pesantren, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi nyata Ponpes Gunung Galesa selama hampir empat dekade. Menurutnya, keberadaan pondok pesantren di era disrupsi saat ini bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan benteng terakhir pembentukan karakter bangsa.
“Selama 38 tahun, Ponpes Gunung Galesa telah menjadi mercusuar pembinaan umat dan pengembangan sumber daya manusia di Bumi Samawa. Ini adalah kontribusi yang tidak ternilai,” ujar Wabup H. Ansori dalam sambutannya di hadapan para guru, santri, dan wali santri.
Orang nomor dua di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa itu secara tegas menyoroti tantangan generasi muda saat ini. Perkembangan zaman yang begitu dinamis, ditambah banjir informasi dari arus digital dan sosial, telah menempatkan anak-anak pada posisi yang rentan terhadap pengaruh negatif. Mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan gadget, hingga lunturnya nilai-nilai kesopanan.
“Di sinilah peran krusial pondok pesantren. Ibarat benteng, pesantren adalah garis pertahanan moral terdepan. Tanpa pembinaan yang berkelanjutan dari pesantren, orang tua, dan pemerintah, generasi muda kita bisa kehilangan arah,” tegasnya.
Wabup Ansori berharap Ponpes Gunung Galesa tidak berhenti menjadi lembaga pendidikan konvensional. Ia meminta agar pondok pesantren ini terus meningkatkan peran strategisnya sebagai pusat dakwah dan pencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual (berilmu), tetapi juga kuat secara spiritual (beriman) dan luhur budi pekertinya (berkarakter).
“Pondok pesantren harus melahirkan generasi yang tangguh. Generasi yang hafal Al-Qur’an, tapi juga paham teknologi. Generasi yang santun, tapi tidak gaptek. Itu adalah pesan saya untuk pengasuh dan para ustadz-ustadzah di sini,” pesannya dengan penuh semangat.
Acara yang digelar sederhana namun meriah tersebut juga menjadi momen haru bagi para siswa purna. Sebanyak puluhan siswa RA, MI, dan MTs resmi menyelesaikan masa belajar mereka. Wabup Ansori secara simbolis menyerahkan bantuan tabungan pendidikan kepada sejumlah siswa berprestasi. Pemberian ini dinilai sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas capaian akademik mereka, sekaligus suntikan motivasi untuk terus menggapai cita-cita.
“Selamat kepada ananda semua yang telah menyelesaikan pendidikan. Jangan bangga dengan ijazah, tapi banggalah dengan ilmu dan akhlak kalian. Teruslah berprestasi, jadilah kebanggaan orang tua dan kampung halaman,” ujarnya sambil menyerahkan amplop bantuan.
Pimpinan Pondok Pesantren Gunung Galesa, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas perhatian serius pemerintah daerah terhadap dunia pesantren. Ia berkomitmen untuk terus mengikuti arahan Wabup, yaitu memperkuat kurikulum keseimbangan antara ilmu agama dan wawasan kebangsaan, serta membekali santri dengan keterampilan hidup (life skill).
“HUT ke-38 ini menjadi momentum bagi kami untuk introspeksi dan melompat lebih jauh. Kami akan perkuat pembinaan generasi muda melalui program-program unggulan yang adaptif terhadap zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” tuturnya.
Di akhir kunjungannya, Wabup H. Ansori mengajak seluruh elemen masyarakat Moyo Hilir untuk bersama-sama menjaga eksistensi pondok pesantren. Karena menurutnya, maju mundurnya sebuah daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya, dan kualitas generasi muda sangat ditentukan oleh seberapa baik mereka dididik di pesantren atau lembaga pendidikan berbasis karakter.
Perayaan HUT ke-38 Ponpes Gunung Galesa pun ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Semangat kebersamaan antara pemerintah dan lembaga pendidikan agama ini menjadi contoh sinergi positif dalam membangun peradaban Sumbawa yang beriman, cerdas, dan berakhlak mulia.
Editor: Nuansantb

Tidak ada komentar