Pansus DPRD Sumbawa Apresiasi Infrastruktur 380 M, Desak Perbaikan Jalan Langam 27 Tahun Tak Tersentuh

3 menit membaca
Sahril
Headline News, POLITIK - 08 Apr 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengamankan anggaran Inpres Jalan Daerah (IJD) senilai Rp380 miliar. Namun, di balik apresiasi itu, Pansus DPRD juga mendesak perbaikan sejumlah ruas jalan strategis yang rusak parah, termasuk Jalan Langam–Mamak yang disebut tidak tersentuh perbaikan selama 27 tahun.

Apresiasi dan catatan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbawa, Rabu (08/04/2026). Sidang dipimpin Wakil Ketua DPRD H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., dan dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, pimpinan DPRD, Sekda Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP., serta unsur Forkopimda dan kepala OPD se-Kabupaten Sumbawa.

Filosofi Bagerik Berbuah Rp380 M

Pansus DPRD memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintahan Jarot-Ansori atas keberhasilan mengupayakan dana pusat melalui IJD senilai total Rp380 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk tiga ruas jalan utama:

· Ruas Batu Dulang–Tepal (tahap awal Rp83,3 miliar telah dimulai)

· Ruas Tepal–Batu Rotok

· Ruas Lenangguar–Teladan

Menurut Pansus, pencapaian ini merupakan implementasi nyata dari Filosofi Bagerik—nilai adat Tana Samawa yang berarti bergerak lincah dan aktif menjemput bola ke Pemerintah Pusat, di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat refocusing.

Catatan Keras: Perbaikan Jangan Akhir Tahun

Meski mengapresiasi upaya pemeliharaan rutin di puluhan ruas jalan kota dan desa, Pansus memberikan catatan tegas terkait teknis pelaksanaan. Pansus mendesak agar pemeliharaan jalan dilakukan pada Triwulan I atau II. Selama ini, perbaikan di akhir tahun sering sia-sia karena langsung rusak diterjang curah hujan tinggi.

Selain itu, Pansus menemukan pola swakelola jalan di Kecamatan Ropang belum optimal. Dinas teknis diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dan pengawasan.

Ruas Strategis yang Mendesak Diperbaiki

Pansus memaparkan daftar panjang ruas jalan rusak berat yang membutuhkan perhatian segera pada tahun anggaran mendatang:

· Ruas Langam–Mamak – Tidak tersentuh perbaikan selama 27 tahun

· Ruas Uma Buntar–Kelungkung – Didorong segera ditingkatkan ke konstruksi Hot Mix Asphalt (HMA) untuk mendukung kawasan pertanian

· Simpang Rhee–Seseng

· Simpang Bajo–Desa Bajo (4 km)

· Akses menuju Pasar Baru Utan

Jembatan Penghubung Tiga Desa dan SPAM Bermasalah

Pansus juga menyoroti pembangunan jembatan penghubung tiga desa (Luar, Baru, dan Kalimango) di Kecamatan Alas. Jembatan yang dijuluki “Jembatan Cinta” ini dinilai sangat mendesak karena menjadi penghambat utama akses pendidikan anak-anak sekolah.

Di sektor air minum, proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa Kelungkung senilai Rp1,5 miliar belum maksimal. Masalah utama terletak pada spesifikasi pipa (PN 10 dan 16) yang tidak mampu menahan debit dan elevasi air dari Batu Dulang. Pansus meminta intervensi anggaran untuk mengganti pipa menjadi Pressure Nominal (PN) 20.

Sementara di lingkungan perkotaan, Pemerintah Daerah diminta memberi perhatian khusus pada bantaran Sungai Brang Biji–Samapuin. Kawasan ini masih tergolong kumuh dan membutuhkan pembangunan talud serta tebing pengaman sungai yang terpadu dengan jalan lingkungan.

Harapan Pansus

Pansus berharap kolaborasi antara Bupati dan Wakil Bupati terus ditingkatkan guna mempertahankan kemantapan jalan dan memenuhi hak dasar infrastruktur bagi seluruh masyarakat Sumbawa.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez