Kadikes Sumbawa : Bidan Garda Terdepan Turunkan AKI, AKB dan Stunting

2 menit membaca
Sahril
Pemerintahan - 19 Jun 2025

Sumbawa Besar, Nuansantb.id – Bidan merupakan ujung tombak pembangunan kesehatan serta garda terdepan dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan percepatan penurunan stunting di wilayah kabupaten sumbawa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Sumbawa, Junaedi, APt., M.Si., saat melantik Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Sumbawa periode 2025–2028 yang digelar di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (19/06/2025).

“Pelantikan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran bidan dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta percepatan penurunan stunting di wilayah kerja masing-masing,” ujar Kadis Jun.

Selain itu, Kadikes Junaedi menengaskan bahwa bidan merupakan ujung tombak pembangunan kesehatan, khususnya dalam era transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada 6 pilar: Transformasi layanan primer. Layanan rujukan. Sistem pembiayaan kesehatan. SDM kesehatan. Teknologi kesehatan. Dan Peningkatan kapasitas promotif-preventif.

“Bidan tidak hanya bertugas membantu persalinan, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam mendorong kesadaran kesehatan masyarakat. Melalui 6 pilar ini, kami berharap layanan kesehatan bisa lebih merata, terjangkau, dan berkualitas,” tegas Junaedi.

Fokus pada Penurunan AKI, AKB, dan Stunting

Junaedi mengingatkan bahwa AKI, AKB, dan stunting masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Sumbawa, terutama di daerah pelosok. “Kami ingin bidan lebih aktif dalam pendampingan ibu hamil, deteksi dini risiko kehamilan, serta edukasi gizi untuk mencegah kematian ibu dan bayi,” ujarnya.

Ia juga mendorong kolaborasi antara bidan, puskesmas, rumah sakit, dan pemerintah desa untuk memperkuat sistem rujukan dan pemantauan kesehatan ibu-anak.

“Dengan sinergi ini, kami yakin target penurunan AKI dan AKB bisa tercapai,” tambahnya.

Ketua IBI Cabang Sumbawa terpilih menyatakan kesiapan untuk memperkuat kapasitas bidan melalui pelatihan berkala, pemanfaatan teknologi kesehatan, dan pendekatan komunitas.

“Kami akan fokus pada peningkatan kompetensi bidan agar mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, IBI Cabang Sumbawa akan menggelar: Pelatihan manajemen kebidanan. Sosialisasi program kesehatan ibu dan anak. Pendataan berbasis digital untuk memudahkan pemantauan

“Mari kita buktikan bahwa bidan Sumbawa mampu menjadi contoh dalam mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik. Ini tugas mulia, dan saya yakin kita bisa!” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua IBI Cabang Sumbawa, para Ketua Ranting IBI, Direktur RSUD, RSMA, RSAMF, serta perwakilan OPD terkait. Kegiatan ini juga diisi dengan Musyawarah Ranting IBI guna menyusun strategi peningkatan kualitas layanan kebidanan. (Nuansa)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez