Pemkab Sumbawa Pamerkan Potensi SAMOTA di Depan Tujuh Wakil Menteri: Siap Jadi KEK Kelas Dunia

3 menit membaca
Sahril
NASIONAL, Pemerintahan - 25 Jul 2026

Sumbawa, Nuansantb.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerima kunjungan kerja tujuh Wakil Menteri Republik Indonesia dalam rangka meninjau potensi pengembangan investasi, pariwisata, ekonomi kreatif, serta pembangunan kawasan strategis di Kabupaten Sumbawa, Jumat (24/07/2026).

Rombongan pemerintah pusat yang hadir terdiri atas Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Wakil Menteri Pariwisata, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, didampingi Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretaris Daerah, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, menerima langsung rombongan dalam rangkaian kunjungan yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Napak Tilas Budaya di Istana Dalam Loka

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Istana Dalam Loka, rumah adat sekaligus ikon budaya Kabupaten Sumbawa. Di lokasi bersejarah ini, rombongan diperkenalkan dengan sejarah kejayaan Kesultanan Sumbawa, arsitektur tradisional berbahan kayu yang sarat filosofi, serta nilai-nilai budaya yang hingga kini masih lestari di tengah masyarakat. Kunjungan ini menjadi pengantar yang tepat sebelum rombongan menyelami potensi besar yang dimiliki kawasan SAMOTA.

SAMOTA: Episentrum Ekonomi Baru Sumbawa

Usai menikmati kekayaan budaya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kawasan Strategis SAMOTA (Saleh–Moyo–Tambora), kawasan yang selama ini diproyeksikan sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Di hadapan para Wakil Menteri, Pemkab Sumbawa memaparkan enam arah utama pembangunan kawasan: pengembangan sektor pariwisata, industri dan perikanan sebagai penggerak ekonomi; penguatan pusat pelayanan ekonomi terintegrasi; pelestarian kawasan lindung dan cagar biosfer; pengembangan kawasan budidaya ramah lingkungan; pemberdayaan masyarakat; serta penguatan mitigasi bencana.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan komitmen besar pemerintah daerah untuk menjadikan SAMOTA sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) kelas dunia. “SAMOTA memiliki potensi luar biasa yang selama ini belum tergarap maksimal. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui kunjungan para wakil menteri ini, kami optimistis SAMOTA akan menjadi magnet investasi dan pariwisata nasional, bahkan internasional,” ujar Wabup Ansori dengan penuh keyakinan.

Wabup Ansori menambahkan bahwa pengembangan SAMOTA telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 5 Tahun 2024 tentang Kawasan Strategis SAMOTA. Seluruh strategi pembangunan ditopang oleh lima pilar utama: Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Pelestarian Lingkungan, Pelestarian Budaya, Kesejahteraan Masyarakat, dan Kawasan Tangguh Bencana, dengan semangat “SAMOTA Maju, Lestari, dan Sejahtera”.

“Kami ingin SAMOTA tidak sekadar menjadi kawasan wisata, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumbawa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama mewujudkan visi besar ini,” tegas Wabup Ansori di akhir pemaparannya.

Kunjungan tujuh wakil menteri ini menandai babak baru bagi Sumbawa dalam mempercepat realisasi KEK SAMOTA, yang diyakini akan membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta memperluas pasar UMKM lokal. Dengan kekayaan alam mulai dari hiu paus, Pulau Moyo, hingga Gunung Tambora, Sumbawa semakin mantap melangkah menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.

Editor: Nuansantb

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Tez